Blog · 21 Oktober 2026

Press Release: Anatomi, Contoh, dan Cara Mengirimnya

Press release adalah naskah berita siap olah untuk redaksi, dan ongkosnya bisa nol rupiah. Pahami anatominya, contoh lengkapnya, dan cara mendekati media.

Ilustrasi perempuan berhijab bekerja di depan laptop dan tumpukan koran, amplop-amplop terbang keluar jendela menuju kota dengan ruko, kubah masjid, gedung perkantoran, dan menara pemancar

Press release adalah naskah berita siap olah yang kamu kirim ke redaksi supaya wartawan bisa langsung menjadikannya liputan, dan untuk usaha kecil ongkos publikasinya bisa nol rupiah selama isinya benar-benar punya nilai berita. Nama lain yang dipakai di Indonesia adalah siaran pers. Bedanya dengan iklan sederhana: iklan kamu bayar dan kamu kendalikan isinya, sedangkan rilis dinilai dulu oleh editor, dan editor bebas memakainya, memotongnya, menambah pertanyaan, atau membuangnya sama sekali.

Panduan ini disusun untuk pemilik warung, toko online, bengkel, dan produsen rumahan yang ingin usahanya diberitakan tanpa mengeluarkan biaya besar. Isinya mencakup kapan usahamu benar-benar punya bahan berita, anatomi rilis bagian demi bagian, contoh rilis lengkap yang bisa kamu salin dan ganti isinya, cara menyusun daftar media lokal dan mendekatinya, beda jalur gratis dengan advertorial berbayar termasuk kisaran biayanya, kesalahan yang membuat rilis langsung dibuang, cara mengukur hasilnya, sampai kaitan rilis dengan SEO dan kenyataan soal tautan nofollow.

Press Release Itu Apa dan Kapan Usahamu Benar-benar Punya Bahan Berita

Rilis bekerja karena ada pihak yang memang butuh bahan. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang berstatus berlaku sejak 23 September 1999, menempatkan peranan pers nasional di Pasal 6 antara lain untuk memenuhi hak masyarakat mengetahui dan mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat, dan benar. Redaksi bekerja setiap hari mengisi kanal ekonomi, kuliner, dan daerah. Kalau kamu menyodorkan bahan yang rapi, faktual, dan mudah diverifikasi, kamu sedang meringankan pekerjaan mereka.

Yang perlu kamu terima sejak awal: tidak ada satu pasal pun yang mewajibkan redaksi memuat rilismu. Pasal 5 undang-undang yang sama justru mengatur kewajiban pers untuk melayani Hak Jawab dan Hak Koreksi, bukan kewajiban memuat kiriman pihak luar. Jadi berhentilah berpikir "bagaimana caranya supaya pasti dimuat" dan mulai berpikir "apa yang membuat kejadian di usahaku pantas diketahui orang lain".

Uji sederhananya begini. Bayangkan tetanggamu yang tidak kenal usahamu membaca berita itu. Apakah dia mendapat informasi yang berguna, atau dia cuma membaca promosi? Kalau jawabannya yang kedua, itu materi iklan, bukan rilis. Tabel di bawah memakai kejadian yang benar-benar sering terjadi di usaha kecil.

Kejadian sehari-hari di usaha kecil dan apakah layak dikirim sebagai rilis
KejadianNilai beritanyaCara membingkainya
Buka cabang kedua di kecamatan lainAda, terutama untuk media lokalSebut alamat, tanggal buka, jumlah pekerja baru yang direkrut
Dapat sertifikat halal, izin edar PIRT, atau SNIAdaSebut lembaga penerbit, nomor sertifikat, dan artinya bagi pembeli
Menang lomba UMKM tingkat kabupaten atau provinsiAdaSebut nama lomba, penyelenggara, jumlah peserta, dan kategorinya
Kerja sama dengan kelompok tani, sekolah, atau bank sampahAdaSebut nama mitra, jumlah orang yang terlibat, dan lama kerja samanya
Ganti desain kemasanTipis kalau berdiri sendiriGabungkan dengan alasannya, misalnya pindah ke bahan yang bisa didaur ulang
Diskon akhir pekan atau promo beli satu gratis satuTidak adaIni materi iklan. Pasang di media sosial atau bayar sebagai iklan
Omzet naikBergantung konteksBaru layak kalau ada peristiwanya, misalnya jadi pemasok kantin dua belas sekolah

Satu catatan lagi soal waktu. Berita punya umur pendek. Kirim rilis pembukaan cabang paling lambat satu hari sebelum atau di hari acaranya, bukan dua minggu setelahnya. Kalau kejadiannya sudah lewat seminggu, editor akan menganggapnya arsip, bukan berita.

Anatomi Press Release yang Benar, Bagian demi Bagian

Rilis yang dipakai redaksi hampir selalu punya susunan yang sama. Bukan karena ada aturan hukumnya, tetapi karena susunan itu cocok dengan cara kerja meja redaksi: baca judul, baca paragraf pertama, putuskan. Kalau paragraf pertamamu belum menjelaskan apa-apa, keputusannya sudah jatuh sebelum kamu sempat menjelaskan.

Papan permainan berbentuk lembar siaran pers dengan enam bagian bertumpuk, mulai judul dan dateline sampai kutipan, boilerplate, dan kontak media
Editor membaca dari atas ke bawah. Bagian judul dan lead menentukan apakah bagian sisanya sempat dibaca.

Judul. Tulis kalimat berita, bukan slogan. "Dapur Rempah Bu Nur Buka Cabang Kedua di Bantul" lebih berguna daripada "Kabar Gembira dari Dapur Rempah Bu Nur". Hindari huruf kapital semua, tanda seru, dan kata sifat berlebihan. Editor hampir pasti menulis ulang judulnya, tetapi judulmu tetap menentukan apakah emailmu dibuka.

Dateline. Nama kota lalu tanggal, diletakkan di awal paragraf pertama. Contohnya "YOGYAKARTA, 21 Oktober 2026". Fungsinya memberi tahu redaksi di mana peristiwa itu terjadi dan sejak kapan informasi ini berlaku. Untuk media lokal, nama kota di dateline adalah alasan pertama mereka melirik.

Lead. Satu paragraf yang memadatkan siapa, apa, kapan, di mana, kenapa, dan bagaimana. Ini bagian tersulit sekaligus terpenting. Kalau kamu bingung, tulis dulu semua isi rilis, baru kembali ke atas dan padatkan jawaban keenam pertanyaan itu jadi dua sampai tiga kalimat.

Badan berita. Susun menurun dari yang paling penting ke yang paling rinci. Pola ini disebut piramida terbalik. Alasannya praktis: kalau editor perlu memotong karena kolomnya terbatas, dia memotong dari bawah, dan informasi utamamu tetap selamat.

Kutipan narasumber. Satu sampai dua kalimat dari kamu sebagai pemilik, lengkap dengan nama dan jabatan. Isinya alasan atau pandangan, bukan pujian untuk produk sendiri. "Kami membuka cabang kedua karena pesanan dari Bantul sudah lebih dari sepertiga total pesanan harian" jauh lebih berguna daripada "Kami berkomitmen memberikan yang terbaik bagi pelanggan setia".

Boilerplate dan kontak. Boilerplate adalah profil singkat usahamu yang tidak berubah dari rilis ke rilis: berdiri tahun berapa, menjual apa, di mana, berapa orang yang bekerja. Dua sampai empat kalimat sudah cukup. Di bawahnya, tulis nama orang yang bisa dihubungi, jabatannya, nomor yang benar-benar diangkat, dan email aktif. Tanpa ini, wartawan tidak bisa verifikasi, dan tanpa verifikasi rilismu tidak bisa dipakai.

Enam bagian press release, isinya, dan panjang yang wajar
BagianYang dicari redaksiPanjang wajar
JudulKalimat berita dengan kata kerja aktif6 sampai 10 kata
DatelineKota dan tanggal, menempel di awal lead1 baris
LeadJawaban 5W1H yang bisa berdiri sendiri1 paragraf, 40 sampai 70 kata
Badan beritaDetail, angka, dan konteks, urut dari yang penting2 sampai 4 paragraf
KutipanNama, jabatan, dan alasan di balik keputusan1 sampai 2 kutipan
Boilerplate dan kontakProfil tetap usaha plus nama, nomor, dan email PIC2 sampai 4 kalimat plus 4 baris kontak

Total rilis yang enak dibaca ada di kisaran 300 sampai 500 kata. Lebih panjang dari itu biasanya bukan berita, melainkan brosur yang menyamar. Kalau kamu punya banyak data tambahan, letakkan di lampiran terpisah dan sebutkan bahwa datanya tersedia bila diminta.

Contoh Press Release Lengkap yang Bisa Kamu Salin

Contoh di bawah memakai usaha karangan bernama Dapur Rempah Bu Nur supaya kamu bisa langsung mengganti nama, angka, dan kutipannya. Semua nama, alamat, dan nomor di dalamnya fiktif. Yang perlu kamu tiru adalah strukturnya, bukan isinya.

UNTUK DITERBITKAN SEGERA

Dapur Rempah Bu Nur Buka Cabang Kedua di Bantul, Rekrut Enam Warga Sekitar

BANTUL, 21 Oktober 2026 - Dapur Rempah Bu Nur, produsen bumbu dapur siap pakai asal Kotagede, membuka cabang produksi keduanya di Jalan Parangtritis Kilometer 8, Sewon, Bantul, pada Selasa, 21 Oktober 2026. Cabang seluas 120 meter persegi ini dibuka untuk memenuhi pesanan dari wilayah Bantul yang selama setahun terakhir tumbuh menjadi sekitar sepertiga dari total pesanan harian, dan pengoperasiannya melibatkan enam pekerja baru yang seluruhnya warga Sewon.

Cabang baru ini akan memproduksi lima varian bumbu basah yang selama ini dibuat di dapur pusat Kotagede, yaitu bumbu opor, rendang, rawon, gulai, dan sambal goreng. Kapasitas produksinya 400 kemasan per hari, atau sekitar dua kali lipat kapasitas dapur pusat. Seluruh produk sudah mengantongi izin edar Pangan Industri Rumah Tangga dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul dan sertifikat halal, dengan nomor yang bisa diperiksa pada kemasan.

Bahan bakunya dipasok dari dua kelompok tani di Kecamatan Pandak dan Kecamatan Pleret. Kerja samanya berjalan sejak Maret 2026 dan mencakup pembelian cabai, bawang merah, dan kunyit dengan harga yang disepakati per musim tanam.

"Kami membuka cabang kedua di Bantul karena pesanan dari sini sudah tidak muat lagi ditangani dapur Kotagede, dan biaya kirimnya membuat harga jual kami tidak masuk akal," kata Nur Hidayati, pemilik Dapur Rempah Bu Nur. "Yang kami cari bukan pabrik besar, tapi dapur yang cukup dekat dengan pembelinya."

Cabang Sewon melayani pembelian langsung setiap hari pukul 07.00 sampai 17.00 WIB, dan pengiriman untuk wilayah Bantul dan Yogyakarta kota.

Tentang Dapur Rempah Bu Nur

Dapur Rempah Bu Nur berdiri pada 2019 di Kotagede, Yogyakarta, dan memproduksi bumbu dapur basah siap pakai untuk rumah tangga dan usaha katering. Sampai Oktober 2026, usaha ini mempekerjakan 14 orang dan memasok sekitar 60 warung makan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kontak Media
Rina Astuti, Pengelola Pemasaran
Telepon dan WhatsApp: 0812-0000-0000
Email: media@contohdapurrempah.id

Perhatikan tiga hal pada contoh itu. Pertama, angka yang muncul semuanya bisa diverifikasi kalau wartawan menelepon: luas tempat, jumlah pekerja, kapasitas produksi, jumlah kelompok tani. Kedua, tidak ada kalimat seperti "bumbu terenak di Yogyakarta" karena klaim semacam itu tidak bisa dibuktikan dan justru membuat editor curiga pada seluruh isi rilis. Ketiga, kutipannya menjelaskan alasan, bukan memuji produk sendiri.

Untuk peluncuran produk baru, kerangkanya sama, hanya isinya bergeser. Judulnya menyebut produk dan pembedanya. Leadnya menjawab produk apa, siapa yang meluncurkan, sejak kapan dijual, di mana bisa dibeli, dan kenapa produk itu dibuat. Badan beritanya memuat harga, ukuran kemasan, kanal penjualan, dan proses pembuatannya. Contoh lead untuk kasus itu: "SLEMAN, 21 Oktober 2026 - Toko Kopi Ambang meluncurkan kopi bubuk kemasan 100 gram bernama Ambang Merapi mulai Selasa, 21 Oktober 2026, dengan harga Rp38.000 per kemasan, memakai biji arabika dari lima petani di lereng Merapi yang dibeli langsung tanpa perantara."

Intinya

Simpan satu berkas boilerplate dan blok kontak yang sudah jadi, lalu pakai ulang di setiap rilis. Yang kamu tulis ulang tiap kali cuma judul, lead, badan berita, dan kutipan. Ini memangkas waktu menyiapkan rilis dari beberapa jam menjadi kurang dari satu jam, dan membuat namamu ditulis konsisten di semua pemberitaan. Kalau kamu belum punya kalimat baku soal identitas usaha, rapikan dulu lewat panduan branding UMKM.

Cara Mencari dan Mendekati Media Lokal

Kesalahan paling umum pemilik usaha kecil adalah langsung membidik media nasional besar. Peluangnya kecil, dan kalaupun dimuat, pembacanya belum tentu ada di sekitar tokomu. Mulailah dari media yang wilayah liputannya beririsan dengan wilayah jualanmu: koran daerah, portal berita kabupaten atau kota, radio lokal, televisi lokal, dan kanal daerah milik media nasional.

Papan permainan berbentuk ular tangga berisi enam petak langkah mengirim siaran pers ke media lokal, dari memastikan nilai berita sampai mencatat hasilnya
Enam petak yang perlu kamu lewati. Petak paling sering dilompati adalah petak pertama, dan itu sebabnya banyak rilis mati di inbox.

Menyusun daftarnya tidak perlu alat mahal. Cari nama daerahmu bersama kata "berita" atau "portal berita" di mesin pencari, lalu catat sepuluh sampai dua puluh nama. Buka halaman "Redaksi", "Tentang Kami", atau "Kontak" di masing-masing situs. Halaman itu hampir selalu ada, dan bukan kebetulan: Pasal 12 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 mewajibkan perusahaan pers mengumumkan nama, alamat, dan penanggung jawabnya secara terbuka melalui medianya sendiri. Penjelasan pasal itu menyebut pengumuman tersebut sebagai wujud pertanggungjawaban atas karya jurnalistik yang diterbitkan.

Konsekuensinya berguna buat kamu. Media yang tidak mencantumkan susunan redaksi, alamat kantor, dan penanggung jawab patut kamu curigai. Untuk memastikan, cek namanya di halaman Data Perusahaan Pers milik Dewan Pers, yang memuat daftar media terverifikasi administrasi dan terverifikasi faktual. Sistem pendataannya sendiri dikelola lewat portal pendataan pers Dewan Pers. Ini penting bukan cuma soal gengsi. Kalau suatu hari pemberitaan tentang usahamu keliru, Hak Jawab dan Hak Koreksi yang diatur Pasal 5 undang-undang itu jauh lebih mudah kamu tempuh terhadap perusahaan pers yang jelas identitasnya.

Untuk pengirimannya, ada pola yang terbukti memudahkan redaksi. Subjek email ditulis spesifik, misalnya "Siaran Pers: Dapur Rempah Bu Nur Buka Cabang Kedua di Bantul". Badan email dibuka dengan dua kalimat sapaan yang menyebut nama medianya, lalu seluruh teks rilis ditempel di badan email, bukan hanya dilampirkan. Alasannya sederhana: editor bisa menyalin tanpa membuka berkas. Lampirkan dua sampai tiga foto beresolusi cukup dengan nama berkas yang jelas, atau kirim tautan folder kalau ukurannya besar. Kalau kamu belum punya stok foto layak muat, siapkan dulu lewat panduan foto produk.

Kirim pada pagi hari kerja, bukan Sabtu malam. Kalau tiga hari tidak ada jawaban, kirim satu susulan singkat, lalu berhenti. Menagih berkali-kali tidak membuat rilismu naik, tetapi membuat namamu diingat sebagai gangguan. Dan jangan sekali-kali menawarkan uang kepada wartawan supaya beritamu naik. Kalau memang mau membayar, jalurnya adalah bagian iklan, bukan meja redaksi, dan konsekuensinya dibahas di bagian berikutnya. Kode Etik Jurnalistik yang disahkan lewat Peraturan Dewan Pers Nomor 6/Peraturan-DP/V/2008 mengikat wartawan Indonesia sejak 12 Mei 2008, dan menyeret wartawan ke posisi melanggar etik bukan cara membangun hubungan jangka panjang.

Kesalahan yang membuat rilis langsung dibuang redaksi dan perbaikannya
KesalahanKenapa fatalPerbaikannya
Judul berupa slogan promosiTidak bisa dipakai sebagai judul beritaTulis kalimat berita dengan kata kerja dan nama pelaku
Inti baru muncul di paragraf keempatEditor sudah memutuskan di paragraf pertamaPadatkan 5W1H di lead
Tidak ada nama dan nomor yang bisa dihubungiVerifikasi mustahil, jadi rilis tidak terpakaiCantumkan nama, jabatan, nomor aktif, dan email
Puluhan alamat redaksi ditumpuk di kolom ToTerlihat massal dan tidak dipersonalisasiKirim satu per satu dan sebut nama medianya
Teks rilis hanya ada di lampiran PDFEditor harus membuka berkas dulu sebelum menilaiTempel teks penuh di badan email, PDF sebagai cadangan
Melampirkan sepuluh foto berukuran belasan megabitaEmail tertolak server atau diabaikanKirim 2 sampai 3 foto ringan atau tautan folder
Klaim tanpa bukti seperti "terlaris se-Jawa"Tidak bisa diverifikasi dan mencurigakanGanti dengan angka yang bisa kamu tunjukkan datanya
Peristiwanya sudah lewat dua mingguBukan berita lagi, melainkan arsipKirim maksimal sehari sebelum atau di hari kejadian

Rilis Gratis Versus Advertorial Berbayar dan Kisaran Biayanya

Dua jalur ini sering dicampuradukkan, padahal hasilnya berbeda. Jalur pertama adalah media relations: kamu mengirim rilis, editor menilai, dan kalau lolos, tulisan itu muncul sebagai berita hasil kerja redaksi. Biaya publikasinya nol. Jalur kedua adalah membeli penempatan, yang dikenal sebagai advertorial, native ad, atau paid publication. Kamu membayar, tayangnya jauh lebih pasti, tetapi statusnya iklan.

Papan permainan dua jalur yang membandingkan rilis gratis lewat redaksi dengan advertorial berbayar, lengkap dengan catatan pelabelan iklan dan tautan nofollow
Yang membedakan bukan cuma biaya, tetapi siapa yang memutuskan dan label apa yang menempel di artikelnya.

Perbedaan status itu bukan urusan selera, melainkan aturan. Pedoman Pemberitaan Media Siber mewajibkan pembedaan yang tegas antara produk berita dan iklan, dan setiap isi berbayar wajib diberi keterangan yang menjelaskan bahwa isi tersebut adalah iklan.

✓
Isi berbayar wajib diberi label

Angka 6 Peraturan Dewan Pers Nomor 1/Peraturan-DP/III/2012 tentang Pedoman Pemberitaan Media Siber menyatakan media siber wajib membedakan dengan tegas antara produk berita dan iklan, dan setiap berita, artikel, atau isi yang merupakan iklan dan atau isi berbayar wajib mencantumkan keterangan yang menjelaskan bahwa isi tersebut adalah iklan. Naskah lengkapnya bisa kamu baca pada berkas pedoman di JDIH Dewan Pers. Kalau sebuah media menawarkanmu artikel berbayar yang dijanjikan "tampil persis seperti berita biasa tanpa label apa pun", itu tawaran yang bertentangan dengan pedoman ini.

Soal harga, angka yang bisa disebut di sini terbatas pada yang benar-benar dipublikasikan penyedianya. Layanan distribusi rilis VRITIMES Indonesia mencantumkan paket Rp499 ribu dengan janji publikasi di 100 media partner mereka. Itu jenis layanan distribusi massal, bukan penempatan di satu media pilihanmu. Untuk advertorial di satu media tertentu, sebagian besar penerbit tidak memasang tarifnya di halaman publik dan hanya membagikan rate card lewat email ketika diminta. Karena itu panduan ini tidak menyebut nominal per media: mintalah rate card resmi dari bagian iklan medianya sendiri, dan bandingkan minimal tiga penawaran sebelum memutuskan.

Rilis lewat redaksi dibanding penempatan berbayar
AspekMedia relations (gratis)Advertorial (berbayar)
Siapa yang memutuskan tayangEditor redaksiKamu, setelah membayar
Kepastian terbitTidak ada jaminanAda, sesuai perjanjian
Biaya publikasiRp0Mulai ratusan ribu untuk paket distribusi
Kendali atas isi dan judulBisa diubah redaksi sepenuhnyaSebagian besar mengikuti naskahmu
Label pada artikelBerita biasaWajib berlabel iklan, advertorial, atau sponsored
Cara pembaca membacanyaDinilai sebagai penilaian pihak ketigaDibaca sebagai promosi berbayar
Status tautan ke situsmuBergantung kebijakan medianyaUmumnya nofollow atau sponsored

Pilihannya bukan salah satu selamanya. Untuk kejadian yang memang punya nilai berita, kirim dulu lewat jalur gratis. Untuk kampanye yang harus tayang di tanggal tertentu, misalnya menyambut musim liburan, jalur berbayar lebih masuk akal. Yang tidak masuk akal adalah membayar untuk mengumumkan sesuatu yang tidak ada isinya, karena pembaca tetap akan melewatkannya. Kalau kamu sedang menyusun urutan kanal promosi secara keseluruhan, bacalah panduan strategi pemasaran lebih dulu supaya anggaranmu tidak habis di satu tempat.

Mengukur Hasil Rilis dan Kaitannya dengan SEO

Tanpa pencatatan, kamu tidak akan pernah tahu apakah usaha mengirim rilis itu sepadan. Ukurannya tidak harus rumit. Cukup satu lembar kerja berisi tanggal kirim, nama media, nama penerima, dan hasilnya. Dari situ kamu bisa melihat pola: media mana yang selalu membalas, jenis kabar apa yang paling sering dimuat, dan jam berapa emailmu paling sering dibuka.

Metrik hasil press release dan alat gratis untuk mengukurnya
MetrikCara membacanyaAlat
Rasio pemuatanJumlah media yang memuat dibagi jumlah yang dikirimiLembar kerja buatan sendiri
Penyebutan merek di internetBerapa kali nama usahamu muncul di halaman baruGoogle Alerts untuk nama usaha dan nama pemilik
Pencarian nama merekNaik tidaknya tayangan dan klik untuk kata kunci bermerekLaporan Performa Search Console
Tautan masuk baruSitus mana yang mulai menaut ke situsmuLaporan Tautan Search Console
Kunjungan rujukanBerapa orang datang ke situsmu dari artikel ituAlat analitik situs yang kamu pakai
Permintaan nyataPesan masuk yang menyebut "baca di berita"Catatan WhatsApp dan pesan marketplace

Sekarang bagian yang paling sering dijual berlebihan: kaitan press release dengan SEO. Klaimnya biasanya berbunyi "sekali kirim dapat 100 backlink". Perlu kamu tahu apa yang sebenarnya dikatakan Google. Halaman Spam Policies for Google Web Search memasukkan ke dalam daftar link spam praktik berupa "Advertorials or native advertising where payment is received for articles that include links that pass ranking credit, or links with optimized anchor text in articles, guest posts, or press releases distributed on other sites". Artinya, tautan berbayar yang meneruskan bobot peringkat dan tautan beranchor text teroptimasi di rilis yang disebar ke banyak situs justru masuk kategori yang dilawan Google.

Karena itu penyedia distribusi dan media yang patuh menandai tautan berbayar. Panduan Qualify your outbound links to Google meminta tautan iklan atau penempatan berbayar ditandai rel="sponsored", sementara rel="nofollow" dipakai bila nilai lain tidak cocok, dan halaman yang sama menyatakan tautan bertanda seperti itu umumnya tidak diikuti. Jadi jujur saja: mayoritas tautan yang kamu dapat dari distribusi rilis berbayar tidak dirancang untuk mendongkrak peringkat, dan menjualnya sebagai "backlink berkualitas" adalah janji yang tidak bisa ditepati.

Lalu apa manfaat nyatanya? Tiga hal. Pertama, penyebutan merek. Nama usahamu muncul di halaman yang tidak kamu kendalikan, dan itu membangun kesan bahwa usahamu benar-benar ada dan aktif. Kedua, kunjungan rujukan. Pembaca artikel itu bisa mengklik ke situsmu, dan orang yang datang lewat berita biasanya lebih siap membeli daripada orang yang datang dari iklan acak. Ketiga, bahan bukti. Tautan berita bisa kamu pasang di halaman "Tentang Kami", profil marketplace, dan proposal ke calon mitra. Kalau kamu ingin memahami cara kerja peringkat pencarian secara utuh sebelum menilai tawaran jasa rilis, mulai dari panduan SEO adalah.

Intinya

Nilai utama press release untuk usaha kecil adalah kepercayaan dan penyebutan merek, bukan tautan. Satu berita di media daerah yang pembacanya memang tetanggamu lebih berguna daripada seratus salinan rilis di situs yang tidak pernah dibaca siapa pun. Lengkapi juga profil pencarian lokalmu lewat panduan Google Bisnisku supaya orang yang membaca beritamu bisa langsung menemukan alamat dan jam bukamu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah mengirim press release ke media itu benar-benar gratis?

Mengirimnya gratis. Kamu hanya butuh email dan waktu untuk menulis. Yang tidak gratis adalah kepastian tayang, karena keputusannya ada di tangan editor. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers tidak memuat kewajiban bagi redaksi untuk memuat kiriman dari luar. Kalau kamu butuh kepastian tanggal terbit, jalurnya adalah membeli penempatan lewat bagian iklan, dan artikel semacam itu wajib berlabel iklan sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers.

Berapa panjang press release yang ideal?

Kisaran 300 sampai 500 kata sudah cukup untuk sebagian besar kabar usaha kecil, dengan lead satu paragraf berisi sekitar 40 sampai 70 kata. Panjang yang berlebihan tidak menambah peluang dimuat, justru sebaliknya, karena editor harus memangkasnya sendiri. Kalau kamu punya data pendukung banyak, sebutkan bahwa datanya tersedia bila diminta, lalu simpan di berkas terpisah.

Bagaimana cara tahu media yang saya kirimi rilis itu resmi?

Cek dua hal. Pertama, halaman "Redaksi" atau "Tentang Kami" di situs media itu. Pasal 12 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 mewajibkan perusahaan pers mengumumkan nama, alamat, dan penanggung jawabnya secara terbuka melalui medianya. Media yang menyembunyikan hal itu patut kamu hindari. Kedua, cari namanya di halaman Data Perusahaan Pers milik Dewan Pers, yang mendaftar media terverifikasi administrasi dan terverifikasi faktual.

Kenapa rilis saya tidak pernah dimuat padahal sudah dikirim berkali-kali?

Tiga sebab paling sering. Isinya promosi, bukan peristiwa, sehingga editor tidak punya bahan berita. Leadnya tidak menjawab 5W1H, sehingga editor berhenti membaca di paragraf pertama. Atau tidak ada kontak yang bisa dihubungi untuk verifikasi. Sebab keempat yang jarang disadari: kamu mengirim ke alamat umum bertuliskan info tanpa menyebut nama medianya, sehingga emailmu terlihat massal. Perbaiki keempatnya sebelum menambah jumlah kiriman.

Apakah press release berbayar membantu peringkat di Google?

Jangan mengharapkan itu. Halaman Spam Policies for Google Web Search memasukkan advertorial berbayar yang tautannya meneruskan bobot peringkat, dan tautan beranchor text teroptimasi pada rilis yang disebar ke banyak situs, ke dalam daftar praktik link spam. Panduan Google soal tautan keluar juga meminta tautan berbayar ditandai sponsored atau nofollow, dan tautan bertanda itu umumnya tidak diikuti. Manfaat yang masuk akal diharapkan adalah penyebutan merek, kunjungan rujukan, dan bahan bukti kredibilitas.

Berapa kisaran biaya press release berbayar di Indonesia?

Angka yang dipublikasikan terbuka berada di kisaran ratusan ribu rupiah untuk paket distribusi massal. VRITIMES Indonesia, misalnya, mencantumkan paket Rp499 ribu dengan janji publikasi di 100 media partner. Untuk advertorial di satu media tertentu, sebagian besar penerbit tidak memasang tarif di halaman publik dan hanya mengirim rate card bila diminta. Jadi jangan memakai angka yang beredar dari mulut ke mulut. Minta rate card resmi dari bagian iklan medianya, lalu bandingkan beberapa penawaran.

Apa saja bagian yang wajib ada dalam press release?

Susunan yang lazim dipakai redaksi adalah judul berupa kalimat berita, dateline berisi nama kota dan tanggal di awal paragraf pertama, lead yang memadatkan siapa, apa, kapan, di mana, kenapa, dan bagaimana, lalu badan berita yang disusun menurun dari yang paling penting. Susunan piramida terbalik ini dipakai karena editor memotong rilis dari bawah saat kolomnya terbatas, sehingga informasi utamamu tetap selamat. Tidak ada aturan hukum soal formatnya, tetapi rilis yang menyimpang dari susunan ini lebih jarang dibaca sampai habis.

Kesimpulan

Press release bukan tiket ajaib supaya usahamu terkenal. Ia alat yang bekerja hanya kalau kamu benar-benar punya kejadian yang pantas diberitakan dan menuliskannya dengan cara yang memudahkan redaksi. Urutan kerjanya tetap sama setiap kali: pastikan ada nilai beritanya, tulis judul berupa kalimat berita, padatkan 5W1H di paragraf pertama, isi badan beritanya dengan angka yang bisa diverifikasi, tambahkan satu kutipan yang menjelaskan alasan, lalu tutup dengan boilerplate dan kontak yang benar-benar bisa dihubungi.

Untuk media lokal, sisanya soal ketekunan. Susun daftar sepuluh sampai dua puluh media di wilayah jualanmu, periksa keabsahannya lewat halaman redaksi dan data Dewan Pers, kirim satu email untuk satu media pada pagi hari kerja, susulan sekali saja, lalu catat hasilnya. Kalau suatu saat kamu memutuskan membayar, sadari bahwa yang kamu beli adalah kepastian tayang dan jangkauan, bukan peringkat pencarian, karena tautan dari rilis berbayar memang dirancang untuk tidak meneruskan bobot peringkat. Yang tersisa dan tetap berharga adalah nama usahamu disebut di tempat yang bukan milikmu. Kalau kamu ingin menimbang kabar apa dari usahamu yang layak dijadikan rilis pertama, tanya mentor AI Teman Usaha kapan saja.

Supaya keputusan ini tidak berhenti di kepala, tuangkan ke dalam rencana tertulis dengan generator bisnis plan Teman Usaha.

Sumber

✓
Sumber yang dipakai artikel ini Seluruh sumber diakses dan diverifikasi 29 Juli 2026, dan judul tiap peraturan dicocokkan langsung pada halaman detailnya. Artikel ini tidak menyebut tarif advertorial per media karena sebagian besar penerbit tidak memublikasikan rate card, dan tidak memuat statistik industri PR karena tidak ada sumber terbuka yang bisa diverifikasi untuk angka semacam itu. Contoh press release di dalam artikel memakai nama usaha, alamat, nomor, dan angka fiktif, dan hanya dimaksudkan sebagai kerangka yang bisa kamu isi ulang.
Ahmad Thariq Syauqi

Founder Creativism dan penanggung jawab Teman Usaha. Rujukan resmi dicek sebelum terbit. Lihat profil penulis

Baca juga

Artikel terkait