Testimoni

Cerita asli dari pemilik usaha yang kami temani.

Semua testimoni di halaman ini berasal dari percakapan nyata dan ditampilkan atas izin pemberinya. Screenshot percakapannya kami sertakan apa adanya. Hanya nomor telepon dan data pribadi yang disamarkan.

Konsultasi gratis via chat WhatsApp

Pembukuan dan pengelolaan kas warung

Awalnya saya bingung soal pembukuan dan pengelolaan kas warung, apakah sistem yang saya gunakan sehat atau tidak untuk kelangsungan warung saya.

Alhamdulillah, setelah diskusi dan sharing, saya punya rumus baru untuk sistem pengelolaan di warung saya. Soalnya warung saya termasuk warung tradisional, jadi pengelolaannya harus jelas.

Dan masya Allah, ternyata konsultasi di Teman Usaha ini gratis, sangat amat membantu bagi saya yang sedang struggling dalam pengelolaan warung.

Thank you Teman Usaha, semoga makin sukses dan berkah. Aamiin.

Vini I., Pemilik warung sembako tradisional
1 November 2026
Screenshot percakapan WhatsApp: pemilik warung sembako menuliskan testimoni tentang konsultasi pembukuan di Teman Usaha. Nomor telepon disamarkan.
Screenshot asli percakapan WhatsApp. Nomor telepon disamarkan. Ketuk gambar untuk memperbesar.

Jalannya konsultasi, dari pesan pertama (30 Oktober sampai 1 November 2026)

Potongan percakapan asli secara berurutan. Bagian yang memuat data keuangan pribadi tidak kami tampilkan.

  1. Percakapan WhatsApp bagian 1: Hari pertama. Kak Vini menghubungi lewat tombol WhatsApp di halaman Mentor, minta dibantu soal pembukuan dan kas warung.
    Bagian 1. Hari pertama. Kak Vini menghubungi lewat tombol WhatsApp di halaman Mentor, minta dibantu soal pembukuan dan kas warung.
  2. Percakapan WhatsApp bagian 2: Kami tanya kondisi warungnya dulu: jualan apa, sudah berapa lama, dan pencatatannya pakai apa.
    Bagian 2. Kami tanya kondisi warungnya dulu: jualan apa, sudah berapa lama, dan pencatatannya pakai apa.
  3. Percakapan WhatsApp bagian 3: Kak Vini mengirim susunan buku catatan di aplikasinya dan bertanya apa yang perlu diubah, karena untung per hari tidak kelihatan.
    Bagian 3. Kak Vini mengirim susunan buku catatan di aplikasinya dan bertanya apa yang perlu diubah, karena untung per hari tidak kelihatan.
  4. Percakapan WhatsApp bagian 4: Saran memisahkan catatan kas harian dan hitungan untung bulanan. Kak Vini minta dijelaskan dengan lebih sederhana.
    Bagian 4. Saran memisahkan catatan kas harian dan hitungan untung bulanan. Kak Vini minta dijelaskan dengan lebih sederhana.
  5. Percakapan WhatsApp bagian 5: Penjelasan ulang langkah demi langkah dengan contoh angka, lalu pertanyaan soal barang yang dijual renteng dan ecer.
    Bagian 5. Penjelasan ulang langkah demi langkah dengan contoh angka, lalu pertanyaan soal barang yang dijual renteng dan ecer.
  6. Percakapan WhatsApp bagian 6: Cara menghitung stok renteng dan ecer, lalu pertanyaan soal persen untung yang sehat dan perlu tidaknya sistem kasir.
    Bagian 6. Cara menghitung stok renteng dan ecer, lalu pertanyaan soal persen untung yang sehat dan perlu tidaknya sistem kasir.
  7. Percakapan WhatsApp bagian 7: Patokan warung yang sehat dan kapan sistem kasir dibutuhkan. Kak Vini lalu menunjukkan cara mencatat pengeluaran hariannya.
    Bagian 7. Patokan warung yang sehat dan kapan sistem kasir dibutuhkan. Kak Vini lalu menunjukkan cara mencatat pengeluaran hariannya.
  8. Percakapan WhatsApp bagian 8: Untung bulan ini jadi jatah pribadi bulan depan, biaya operasional dipisah dari belanja stok, lalu pertanyaan soal dana talang.
    Bagian 8. Untung bulan ini jadi jatah pribadi bulan depan, biaya operasional dipisah dari belanja stok, lalu pertanyaan soal dana talang.
  9. Percakapan WhatsApp bagian 9: Aturan aman memakai dana talang, lalu pertanyaan cara menghitung gaji karyawan harian.
    Bagian 9. Aturan aman memakai dana talang, lalu pertanyaan cara menghitung gaji karyawan harian.
  10. Percakapan WhatsApp bagian 10: Hitungan untung harian dengan contoh gaji karyawan. Kak Vini masih bingung dan mengusulkan rumus pembagian uang versinya sendiri.
    Bagian 10. Hitungan untung harian dengan contoh gaji karyawan. Kak Vini masih bingung dan mengusulkan rumus pembagian uang versinya sendiri.
  11. Percakapan WhatsApp bagian 11: Rumus Kak Vini ternyata sudah tepat. Sistemnya disederhanakan jadi dua: bagi uang tiap hari, hitung untung tiap akhir bulan.
    Bagian 11. Rumus Kak Vini ternyata sudah tepat. Sistemnya disederhanakan jadi dua: bagi uang tiap hari, hitung untung tiap akhir bulan.
  12. Percakapan WhatsApp bagian 12: Kak Vini siap mulai hitung stok malam itu, lalu menanyakan biaya konsultasinya. Jawabannya: gratis.
    Bagian 12. Kak Vini siap mulai hitung stok malam itu, lalu menanyakan biaya konsultasinya. Jawabannya: gratis.
Giliran kamu

Punya pertanyaan soal usahamu?

Mulai dari chat AI gratis kapan saja. Kalau butuh ngobrol dengan manusia, tim kami membalas lewat WhatsApp.