TAM SAM SOM: Arti, Rumus, dan Contoh Menghitung Ukuran Pasar
TAM SAM SOM adalah tiga lapis ukuran pasar. Pelajari arti, rumus top-down dan bottom-up, contoh hitung usaha kecil, cara cek SOM, dan template siap isi.
Segmentasi pasar adalah membagi pasar jadi kelompok pembeli yang mirip. Pelajari 4 dasar, syarat segmen layak, 6 langkah, cara memberi skor, dan contohnya.

Segmentasi pasar adalah proses membagi pasar yang luas menjadi kelompok-kelompok pembeli yang lebih kecil, di mana orang dalam satu kelompok punya kebutuhan, ciri, atau kebiasaan belanja yang mirip. Dari kelompok-kelompok itulah kamu nanti memilih satu atau dua yang paling layak dilayani. Jadi segmentasi bukan tujuan akhir, melainkan peta yang membuat pilihan target pasarmu masuk akal dan bisa dipertanggungjawabkan.
Artikel ini fokus pada cara membuat peta itu untuk usaha kecil: empat dasar segmentasi pasar beserta contohnya, syarat segmen yang layak digarap, langkah membagi pasar memakai data gratis, cara menilai dan membandingkan segmen dengan skor sederhana, contoh segmentasi untuk beberapa jenis usaha, serta kesalahan yang paling sering terjadi. Kalau kamu sudah punya segmen dan ingin langsung memilih sasaran, lanjutkan ke panduan cara menentukan target pasar.
Bayangkan semua orang yang mungkin membeli produkmu sebagai satu pasar raya yang ramai. Kalau kamu menawarkan satu produk yang sama dengan pesan yang sama ke semua orang di sana, sebagian besar akan lewat begitu saja. Segmentasi memecah keramaian itu menjadi beberapa kelompok, misalnya mahasiswa yang mencari camilan murah, ibu bekerja yang butuh makanan siap saji, atau kantor yang memesan konsumsi rapat. Tiap kelompok membeli karena alasan berbeda.
UKM Indonesia menggambarkan segmentasi sebagai proses membagi pasar target menjadi kelompok-kelompok tertentu, dan mengingatkan bahwa tanpa langkah ini UMKM sering melewatkan peluang karena terus menawarkan satu solusi untuk semua orang. Definisi yang dikutip OCBC dari Kotler dan Armstrong juga serupa: pembagian sebuah pasar ke dalam kelompok yang berbeda berdasarkan karakteristik, kebutuhan, atau perilakunya.
Urutannya dalam kerangka STP (Segmentation, Targeting, Positioning) selalu sama:
Banyak pemula langsung melompat ke langkah kedua, misalnya menulis "target pasar saya anak muda usia 18 sampai 30 tahun", tanpa pernah membandingkannya dengan kelompok lain. Akibatnya pilihan itu cuma tebakan. Segmentasi memaksa kamu melihat beberapa kemungkinan dulu, baru memilih.
Ada empat dasar yang dipakai hampir semua literatur pemasaran, termasuk materi UKM Indonesia dan OCBC: geografis, demografis, psikografis, dan perilaku. Kamu tidak harus memakai keempatnya. Untuk usaha kecil, gabungan dua dasar biasanya sudah cukup tajam.
| Dasar | Variabel yang dilihat | Contoh segmen untuk usaha kecil | Data paling mudah didapat dari |
|---|---|---|---|
| Geografis | Kota, kecamatan, radius dari lokasi usaha, kawasan (kampus, perkantoran, perumahan), iklim | Penghuni perumahan dalam radius 3 km dari dapur katering | Data wilayah BPS, peta, area jangkauan ojek online |
| Demografis | Usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendapatan, pendidikan, status keluarga | Ibu bekerja usia 28 sampai 40 tahun dengan anak usia sekolah | Data kependudukan, profil pengikut media sosial |
| Psikografis | Gaya hidup, nilai yang dipegang, minat, hobi, kepribadian | Orang yang peduli makanan rendah gula dan rutin olahraga | Survei singkat, isi komentar dan grup komunitas |
| Perilaku | Frekuensi beli, momen beli, manfaat yang dicari, kesetiaan, saluran belanja (online atau offline) | Pembeli yang memesan rutin tiap minggu lewat WhatsApp | Catatan penjualan, riwayat chat pelanggan |
Dasar ini paling penting untuk usaha yang melayani pembeli secara fisik: warung, laundry, bengkel, katering, atau jasa panggilan. Pertanyaannya sederhana, sampai sejauh mana kamu sanggup mengantar atau melayani tanpa ongkos membengkak? Usaha online pun tetap butuh dasar ini, karena ongkos kirim dan lama pengiriman memengaruhi keputusan beli.
Ini dasar yang paling sering dipakai karena datanya paling gampang dicari. Kelemahannya, kelompok demografis sering terlalu lebar. "Perempuan usia 20 sampai 35 tahun" mencakup mahasiswi, karyawan baru, dan ibu muda yang kebutuhannya sangat berbeda. Pakai demografis sebagai penyaring awal, lalu pertajam dengan dasar lain.
Dua orang dengan usia dan penghasilan sama bisa berbelanja dengan cara yang sangat berbeda karena gaya hidup dan nilai yang dipegang. Produk yang menjual cerita, misalnya makanan sehat, produk ramah lingkungan, atau barang hobi, biasanya lebih tepat disegmentasi secara psikografis. Datanya tidak tersedia di tabel statistik, jadi kamu perlu mengamati percakapan di komunitas dan bertanya langsung.
Bagi usaha yang sudah berjalan, dasar ini sering paling berguna karena datanya sudah ada di catatan penjualanmu sendiri. Kamu bisa membedakan pelanggan yang membeli tiap minggu dengan yang hanya membeli saat ada promo, atau yang memesan untuk dirinya sendiri dengan yang memesan untuk acara. Masing-masing butuh penawaran berbeda.
Untuk usaha yang belum jalan, mulai dari geografis plus perilaku. Geografis memberi tahu siapa yang bisa kamu jangkau, perilaku memberi tahu kapan dan kenapa mereka membeli. Demografis dan psikografis dipakai untuk mempertajam, bukan titik awal.
Tidak semua kelompok yang kamu temukan pantas dijadikan segmen. OCBC merangkum syarat dasar segmen yang efektif, dan versi praktisnya untuk usaha kecil bisa diuji dengan lima pertanyaan berikut.
Kalau satu segmen gagal di dua syarat atau lebih, coret dulu. Lebih baik punya dua segmen yang jelas daripada enam segmen yang hanya bagus di atas kertas.
Langkah di bawah ini disederhanakan dari tahapan yang dijelaskan UKM Indonesia, disesuaikan untuk usaha yang modal dan waktunya terbatas. Totalnya bisa dikerjakan dalam satu sampai dua minggu sambil tetap berjualan.
Supaya pilihanmu tidak berdasarkan selera, beri nilai 1 sampai 5 untuk tiap segmen pada empat kriteria: ukuran, kemampuan bayar, kemudahan dijangkau, dan seberapa sedikit pesaing yang sudah menggarapnya. Jumlahkan, lalu urutkan. Contoh di bawah adalah ilustrasi untuk usaha kue kering rumahan fiktif di Sleman, bukan data riset usaha nyata. Angkanya menunjukkan cara berpikir, bukan patokan.
| Segmen | Ukuran | Kemampuan bayar | Mudah dijangkau | Persaingan ringan | Total (maks 20) |
|---|---|---|---|---|---|
| Kantor yang memesan camilan rapat mingguan | 3 | 4 | 4 | 4 | 15 |
| Keluarga yang membeli hampers Lebaran | 5 | 4 | 3 | 1 | 13 |
| Mahasiswa yang mencari camilan murah | 5 | 1 | 4 | 2 | 12 |
| Penyelenggara acara (arisan, pengajian, syukuran) | 3 | 3 | 3 | 3 | 12 |
| Pembeli kue rendah gula untuk kesehatan | 2 | 4 | 2 | 4 | 12 |
Dari contoh ini, segmen kantor unggul bukan karena paling besar, tapi karena seimbang: pembelinya rutin, mau membayar wajar, gampang didatangi dengan contoh produk, dan belum banyak digarap. Hampers Lebaran tetap menarik, tapi persaingannya ketat dan permintaannya musiman, jadi lebih cocok sebagai segmen kedua. Rumus totalnya sederhana: Total = Ukuran + Kemampuan bayar + Mudah dijangkau + Persaingan ringan. Kalau ada kriteria yang menurutmu jauh lebih penting, misalnya kemampuan bayar, kalikan nilainya dua sebelum dijumlahkan, asal aturannya ditulis dan dipakai sama untuk semua segmen.
Segmentasi yang baik menghasilkan 3 sampai 6 segmen yang lolos lima syarat (dapat diukur, cukup besar, dapat dijangkau, dapat dibedakan, menguntungkan), dinilai dengan skor yang sama, lalu 1 atau 2 teratas diuji dulu sebelum modal besar dikeluarkan.
Contoh berikut adalah ilustrasi cara menggabungkan dua dasar segmentasi untuk jenis usaha yang umum dimulai dari rumah. Semua usaha di bawah ini fiktif.
Perhatikan bahwa tiap contoh memakai dua dasar, dan perbedaan segmennya berujung pada keputusan nyata: harga, jam layanan, isi promosi, atau saluran penjualan. Itulah tanda segmentasi yang berguna. Kalau segmenmu tidak mengubah keputusan apa pun, segmentasinya belum selesai.
Perbedaan segmen paling sering terlihat di harga. Segmen mahasiswa dan segmen kantor bisa membeli produk yang sama, tapi kesediaan membayarnya berbeda, sehingga kemasan dan isi paketnya perlu disesuaikan. Panduan cara menentukan harga jual membantu menghitung harga untuk tiap segmen tanpa merugi. Kalau kamu masih mencari produk yang cocok untuk segmen tertentu, coba generator ide bisnis dengan menyebutkan segmen sasaranmu.
"Semua orang yang suka kopi" bukan segmen, itu harapan. Segmen harus bisa kamu temui, hitung kira-kira jumlahnya, dan jangkau dengan biaya promosi yang masuk akal. Kalau belum bisa menjawab di mana menemukan mereka minggu ini, segmen itu belum siap.
Beberapa kesalahan yang paling sering membuat segmentasi tidak berguna:
Setelah segmen terpilih, langkah berikutnya ada tiga. Pertama, tuliskan target pasarnya secara spesifik. Kedua, hitung seberapa besar pasar dari segmen itu supaya target penjualanmu realistis, caranya ada di panduan TAM SAM SOM untuk menghitung ukuran pasar. Ketiga, masukkan segmen ke Business Model Canvas pada blok segmen pelanggan, lalu turunkan ke strategi pemasaran yang cocok untuk tiap segmen. Hasil segmentasi juga bisa menjadi bahan kuadran Peluang dalam analisis SWOT usahamu.
Segmentasi pasar adalah proses membagi pasar yang luas menjadi kelompok pembeli yang lebih kecil dengan kebutuhan atau kebiasaan belanja yang mirip. Hasilnya dipakai untuk memilih target pasar dan menyesuaikan produk, harga, serta promosi.
Segmentasi adalah kegiatan membagi pasar menjadi beberapa kelompok, sedangkan target pasar adalah kelompok yang akhirnya kamu pilih untuk dilayani. Segmentasi selalu dilakukan lebih dulu, baru targeting.
Ada empat dasar yang paling umum: geografis (lokasi), demografis (usia, pekerjaan, pendapatan), psikografis (gaya hidup dan nilai), serta perilaku (frekuensi beli, manfaat yang dicari, kesetiaan). Usaha kecil biasanya cukup menggabungkan dua dasar.
Tidak ada angka baku. Sebagai pegangan praktis, susun tiga sampai enam segmen untuk dibandingkan, lalu fokus menggarap satu atau dua yang skornya tertinggi sampai terbukti laku.
Tetap perlu, walau bobotnya lebih kecil. Ongkos kirim, lama pengiriman, dan kebiasaan belanja tiap daerah berbeda, sehingga memengaruhi harga akhir yang dilihat pembeli dan peluang pesanannya.
Data wilayah dan kependudukan tersedia di portal sensus BPS, tren minat per daerah di Google Trends, dan perilaku pembeli dari ulasan pesaing di marketplace. Untuk usaha yang sudah jalan, catatan penjualan dan riwayat chat pelanggan adalah sumber paling akurat.
Tinjau ulang minimal tiap enam bulan, dan segera setelah ada perubahan besar seperti pindah lokasi, menaikkan harga, meluncurkan produk baru, atau masuk ke saluran penjualan baru. Pelanggan yang berubah membuat segmen lama kehilangan akurasi.
Segmentasi pasar membuat keputusan usahamu berdasar peta, bukan tebakan. Pakai dua dasar yang paling relevan, saring dengan lima syarat segmen yang layak, beri skor dengan aturan yang sama, lalu uji satu atau dua segmen teratas dalam skala kecil. Segmen yang baik selalu berujung pada keputusan nyata: harga, layanan, pesan promosi, atau saluran jualan.
Kalau ingin mendiskusikan segmen usahamu, ceritakan produk dan lokasimu di chat Teman Usaha, lalu masukkan hasilnya ke generator bisnis plan supaya bagian analisis pasar langsung tersusun.
TAM SAM SOM adalah tiga lapis ukuran pasar. Pelajari arti, rumus top-down dan bottom-up, contoh hitung usaha kecil, cara cek SOM, dan template siap isi.
Google Analytics memberi tahu dari mana pengunjung datang dan halaman mana yang bekerja. Pahami cara memasang, laporan inti, dan angka yang layak dipantau.
Riset pasar adalah cara memvalidasi ide sebelum keluar modal. Pelajari 5 cara riset pasar gratis yang bisa langsung kamu praktikkan untuk usaha kecil.