Blog · 7 September 2026

QRIS: Cara Daftar Merchant, Biaya MDR, dan Cara Kerja

QRIS adalah standar kode QR pembayaran dari Bank Indonesia. Pahami cara daftar merchant, biaya MDR, batas transaksi, dan cara mencairkan dananya.

QRIS: Cara Daftar Merchant, Biaya MDR, dan Cara Kerja

QRIS adalah standar kode QR pembayaran yang ditetapkan Bank Indonesia untuk memfasilitasi transaksi pembayaran di Indonesia, sehingga satu kode yang kamu pajang di kasir bisa dipindai pelanggan memakai aplikasi pembayaran apa pun. Nama resminya Quick Response Code Indonesian Standard dan dibaca "kris". Buat kamu yang punya warung, toko kelontong, kedai kopi, atau usaha rumahan, QRIS bukan sekadar stiker tempel. Ini kanal terima uang yang punya aturan main sendiri: ada biaya potongan, ada batas nominal, ada jeda sebelum dana mendarat di rekening, dan ada celah penipuan yang perlu kamu jaga.

Panduan ini ditulis dari sudut pemilik usaha yang mau menerima pembayaran, bukan dari sudut pembeli. Kita bahas siapa yang mengatur QRIS, apa yang benar-benar terjadi saat satu transaksi berlangsung, jenis QRIS yang perlu kamu pilih, cara mendaftar jadi merchant lewat bank atau dompet digital, tarif Merchant Discount Rate per kategori usaha, batas nominal per transaksi, sampai masalah lapangan yang paling sering bikin pemilik warung panik.

QRIS Itu Apa dan Siapa yang Mengaturnya

Menurut halaman resmi QRIS Bank Indonesia, QRIS merupakan standar QR Code Pembayaran yang ditetapkan Bank Indonesia dan dikembangkan bersama industri sistem pembayaran, dengan tujuan supaya transaksi QR jadi cepat, mudah, murah, aman, dan andal. Bank Indonesia meringkasnya jadi akronim CEMUMUAH. Semua Penyedia Jasa Pembayaran yang mau memakai QR Code untuk pembayaran wajib menerapkan QRIS, jadi tidak ada lagi kode QR versi sendiri-sendiri yang cuma bisa dibaca satu aplikasi.

Regulatornya Bank Indonesia. Pengelola standar teknisnya Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia. Di halaman QRIS milik ASPI, QRIS dijelaskan sebagai standar QR Code pembayaran yang dikembangkan Bank Indonesia bersama ASPI, dengan karakteristik yang mereka singkat UNGGUL: Universal, Gampang, Untung, dan Langsung. Yang menerbitkan kode QRIS untuk usahamu bukan Bank Indonesia dan bukan ASPI, melainkan Penyedia Jasa Pembayaran, yaitu bank atau lembaga selain bank yang sudah mengantongi izin dari Bank Indonesia.

Soal umur aturannya, Bank Indonesia mencatat QRIS diluncurkan pada 17 Agustus 2019 dan wajib digunakan mulai 31 Desember 2019. Landasan teknisnya Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 21/18/PADG/2019 tentang Implementasi Standar Nasional Quick Response Code untuk Pembayaran, yang sudah diubah beberapa kali. Perubahan terakhir adalah Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 3 Tahun 2025 yang berlaku sejak 19 Februari 2025. Kalau kamu penasaran kenapa aturan QRIS terasa sering berubah, itu sebabnya: standarnya memang dirancang untuk diperbarui mengikuti inovasi, mulai dari transaksi tarik tunai sampai pembayaran lintas negara.

Skalanya juga bukan main-main. Bank Indonesia menulis dalam artikel Cara Membuat QRIS All Payment untuk Usaha bahwa sampai Juni 2025 jumlah merchant QRIS mencapai 39,3 juta dengan total pengguna 57 juta. Dalam siaran pers Rapat Dewan Gubernur April 2026, Bank Indonesia menyebut transaksi QRIS tumbuh 116,43 persen secara tahunan pada triwulan I 2026. Artinya, kalau usahamu belum menerima QRIS, kamu sedang menolak sebagian pelanggan yang keluar rumah tanpa membawa uang tunai sama sekali. Kategori usahamu juga menentukan tarif potongan yang berlaku, jadi ada baiknya kamu paham dulu posisi usahamu dalam pembagian skala UMKM sebelum masuk ke bagian biaya.

Cara Kerja Satu Transaksi QRIS sampai Dana Masuk ke Rekeningmu

Banyak pemilik usaha mengira QRIS bekerja seperti transfer antarbank biasa: pembeli klik bayar, uang langsung nongol di rekening. Kenyataannya ada beberapa lapis pemrosesan di antaranya, dan lapisan itulah yang menjelaskan kenapa saldo di aplikasi merchant tidak selalu sama dengan saldo di rekening bankmu pada jam yang sama.

Lima tahap perjalanan satu transaksi QRIS, dari pembeli memindai kode sampai dana masuk ke akun merchant
Lima tahap yang dilalui satu transaksi QRIS sebelum dananya benar-benar jadi milikmu.

Tahap pertama, pembeli membuka aplikasi pembayaran, memindai kode QRIS di mejamu, mengetik nominal, memasukkan PIN, lalu menekan tombol bayar. Tahap kedua, aplikasi pembayaran pembeli memotong sumber dananya. Bank Indonesia menyebut sumber dana transaksi QRIS bisa berupa simpanan, kartu debet, kartu kredit, fasilitas kredit, atau uang elektronik yang memakai media penyimpanan server based. Jadi pembeli yang bayar pakai dompet digital dan pembeli yang bayar pakai mobile banking sama-sama sah, dan buatmu prosesnya identik.

Tahap ketiga, data transaksi lewat lembaga switching. Ini bagian yang tidak terlihat tapi paling penting: karena aplikasi pembeli dan penyedia jasa pembayaran milikmu sering berbeda perusahaan, ada pihak di tengah yang menyambungkan keduanya. Tahap keempat, notifikasi berhasil dikirim ke dua sisi, ke pembeli dan ke kamu. Tahap kelima, dana diselesaikan ke akun merchant milikmu.

Tahap kelima inilah yang paling sering disalahpahami. Jadwal penyelesaian dana atau settlement ditetapkan oleh penyedia jasa pembayaran yang kamu pakai, bukan oleh Bank Indonesia, dan bisa berbeda antara satu bank dengan bank lain atau antara satu dompet digital dengan yang lain. Ada yang menyediakan pencairan harian, ada yang mengumpulkan dulu di akun merchant sampai kamu tarik sendiri. Karena itu, sebelum tanda tangan perjanjian merchant, tanyakan tiga hal: kapan dana masuk, ke rekening mana, dan apakah ada biaya penarikan. Jeda ini juga perlu kamu masukkan ke perencanaan arus kas usaha, terutama kalau kamu butuh uang tunai harian untuk belanja bahan baku pagi-pagi.

Pro Tip

Jangan pernah melepas barang cuma karena pembeli menunjukkan layar bertuliskan "pembayaran berhasil". Layar itu ada di ponsel dia, bukan di sistemmu. Biasakan menunggu notifikasi masuk di aplikasi merchant atau bunyi dari speaker notifikasi milikmu sendiri. Tangkapan layar palsu adalah modus tertua di kanal pembayaran digital dan paling gampang dicegah dengan kebiasaan sederhana ini.

Jenis QRIS: Statis, Dinamis, CPM, dan QRIS Tuntas

Bank Indonesia menjelaskan QRIS mengakomodasi dua model penggunaan, yaitu Merchant Presented Mode dan Customer Presented Mode. Pada Merchant Presented Mode, kamu yang memajang kode dan pembeli yang memindai. Model ini punya dua varian, statis dan dinamis. Pada Customer Presented Mode, giliran pembeli yang menampilkan kode dari aplikasinya, lalu kamu yang memindai.

Empat bentuk QRIS untuk merchant: QRIS statis berupa stiker, QRIS dinamis dari perangkat kasir, QRIS CPM yang dipindai merchant, dan QRIS Tuntas untuk transfer, tarik tunai, serta setor tunai
Empat bentuk QRIS yang perlu kamu bedakan sebelum memilih paket dari penyedia jasa pembayaran.

Untuk usaha kecil, pilihan sehari-hari sebenarnya cuma dua: statis atau dinamis. Perbedaannya kelihatan sepele tapi berpengaruh besar ke kecepatan antrean dan ke pekerjaan rekonsiliasi kasirmu di malam hari.

Perbandingan QRIS MPM statis dan QRIS MPM dinamis untuk merchant
AspekQRIS MPM StatisQRIS MPM Dinamis
Bentuk fisikStiker, papan kecil, atau lembar cetakKode muncul dari mesin EDC, aplikasi kasir, atau ponsel
Nominal transaksiDiketik sendiri oleh pembeliSudah tertanam di kode sebelum dipindai
Risiko salah nominalAda, karena pembeli bisa salah ketikKecil, karena angka datang dari sistemmu
Kebutuhan perangkatTidak perlu perangkat khususPerlu perangkat atau aplikasi dari penyedia jasa
Kecepatan saat antreLebih lambat, ada langkah mengetikLebih cepat, pembeli tinggal memindai dan menekan bayar
Paling cocok untukUsaha mikro dan kecil menurut Bank IndonesiaMerchant menengah, besar, atau bervolume transaksi tinggi

Selain dua varian itu, ada Customer Presented Mode yang menurut Bank Indonesia lebih ditujukan untuk merchant yang membutuhkan kecepatan transaksi tinggi seperti penyedia transportasi, parkir, dan ritel modern. Kamu perlu alat pemindai, jadi model ini jarang masuk akal untuk warung.

Yang sering tertukar adalah QRIS Tuntas. Ini bukan kanal jualan. Bank Indonesia menjelaskan QRIS Tuntas sebagai pengembangan fitur yang memungkinkan pengguna melakukan transfer dana antarpengguna QRIS, serta tarik tunai dan setor tunai di ATM, mesin setor tunai, atau agen QRIS Tuntas dengan cara memindai kode memakai aplikasi pembayaran. Sumber dananya bisa akun simpanan bank maupun uang elektronik server based. Jadi kalau ada yang menawarkan "QRIS Tuntas" ke usahamu, yang mereka maksud biasanya peran sebagai agen layanan tarik dan setor tunai, bukan cara baru menerima pembayaran belanja.

Bank Indonesia juga terus menambah fitur lain: QRIS Tanpa Tatap Muka untuk transaksi jarak jauh lewat gambar, katalog, atau invoice; QRIS Antarnegara supaya wisatawan asing bisa membayar di merchant Indonesia; serta QRIS Tanpa Pindai berbasis NFC. Untuk usaha rumahan, QRIS Tanpa Tatap Muka biasanya yang paling cepat terasa manfaatnya, karena kamu tinggal mengirim gambar kode ke pembeli lewat pesan tanpa harus menagih transfer manual.

Cara Daftar Jadi Merchant QRIS dan Dokumen yang Disiapkan

Pendaftaran QRIS selalu lewat Penyedia Jasa Pembayaran, tidak pernah langsung ke Bank Indonesia. Kamu bisa memilih bank tempat rekening usahamu berada, atau memilih penyedia dompet digital yang punya jaringan agen dekat lokasimu. Daftar lengkap penyelenggara yang sudah berizin ada di halaman Daftar Lembaga Berizin Bank Indonesia, dan kamu bisa menyaringnya dengan memilih kategori QRIS. Biasakan mengecek daftar ini dulu, karena penawaran QRIS lewat pesan berantai atau lewat pihak ketiga yang tidak jelas identitasnya adalah pintu masuk penipuan yang paling sering dipakai.

Papan lima langkah mendaftar jadi merchant QRIS beserta empat berkas yang biasanya diminta penyedia jasa pembayaran
Lima langkah pendaftaran merchant QRIS dan berkas yang perlu kamu siapkan sejak awal.

Bank Indonesia merangkum alurnya jadi beberapa langkah sederhana: pilih Penyedia Jasa Pembayaran berizin, kunjungi kantornya atau daftar secara daring lewat situsnya, lengkapi data dan dokumen yang diminta, tunggu proses verifikasi sampai Merchant ID dan kode QRIS jadi, lalu terima kode QRIS dalam bentuk cetak atau berkas digital dan pasang di tempat pembayaran. Setelah itu kamu memasang aplikasi merchant atau mengakses laman khusus merchant dari penyedia yang kamu pilih, dan penyedia akan memberi edukasi tentang tata cara menerima serta mengelola pembayaran QRIS.

Berkas yang diminta berbeda antarpenyedia, tapi polanya mirip. Siapkan KTP pemilik usaha, bukti legalitas usaha, rekening atau akun penampung atas nama yang sama, dan foto tempat usaha. Untuk bukti legalitas, banyak penyedia menerima Nomor Induk Berusaha yang bisa kamu urus sendiri lewat sistem perizinan berusaha, dan sebagian menerima surat keterangan usaha dari kelurahan untuk merchant skala mikro. Beberapa penyedia juga meminta NPWP, terutama kalau kamu mendaftar atas nama badan usaha. Kalau kamu belum punya, urus dulu lewat panduan cara membuat NPWP supaya prosesnya tidak tertahan di tengah jalan.

Satu hal yang perlu kamu tanyakan sejak awal: kategori merchant apa yang akan dipasang penyedia untuk usahamu. Kategori itu yang menentukan tarif potongan, dan salah kategori berarti kamu membayar lebih mahal setiap hari tanpa sadar. Minta konfirmasi tertulis, walau cuma lewat pesan, tentang kategori yang dipakai dan tarif yang berlaku.

Biaya MDR QRIS per Kategori Merchant dan Batas Nominal Transaksi

Biaya yang dikenakan ke merchant namanya Merchant Discount Rate atau MDR. Dalam artikel MDR QRIS Bagi Merchant: Kategorisasi dan Simulasi, Bank Indonesia menjelaskan MDR QRIS adalah biaya jasa yang dikenakan kepada merchant oleh Penyelenggara Jasa Pembayaran saat bertransaksi menggunakan QRIS. Bank Indonesia menegaskan dirinya tidak mengambil bagian dari biaya ini dan seluruhnya diberikan kepada industri, mulai dari penerbit, acquirer, lembaga switching, ASPI, sampai Penyelesaian Transaksi Elektronik Nasional.

Dua kalimat berikutnya di halaman itu penting untuk kamu hafal: biaya MDR ditanggung oleh merchant dan tidak boleh dibebankan kepada konsumen, dan besarnya ditetapkan Bank Indonesia sesuai kategori merchant serta nilai transaksi. Jadi memasang tulisan "bayar QRIS tambah dua persen" di kasir bertentangan dengan ketentuan yang berlaku. ASPI juga menyatakan tidak ada biaya tambahan bagi konsumen saat melakukan pembayaran melalui QRIS.

Berikut pembagian tarif MDR sebagaimana dimuat Bank Indonesia, yang menurut halaman tersebut berlaku efektif mulai 15 Maret 2025 sesuai Siaran Pers Rapat Dewan Gubernur Februari 2025.

Tarif MDR QRIS per kategori merchant menurut Bank Indonesia, berlaku efektif 15 Maret 2025
Jenis MerchantKategoriMDR
RegulerUsaha Mikro (UMI), nominal transaksi sampai dengan Rp500.0000%
RegulerUsaha Mikro (UMI), nominal transaksi di atas Rp500.0000,3%
RegulerUsaha Kecil (UKE), Usaha Menengah (UME), dan Usaha Besar (UBE)0,7%
KhususPendidikan0,6%
KhususStasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)0,4%
KhususBadan Layanan Umum (BLU) dan Public Service Obligation (PSO)0%
KhususGovernment to People seperti bantuan sosial, serta People to Government antara lain pajak, paspor, dan donasi sosial nirlaba0%

Perhatikan baris paling atas. Kalau usahamu masuk kategori Usaha Mikro dan nilai transaksinya sampai dengan Rp500.000, tarif MDR-nya nol persen. Ini yang membuat QRIS masuk akal untuk warung dengan nilai belanja rata-rata kecil. Begitu satu transaksi melewati Rp500.000, barulah tarif 0,3 persen berlaku untuk kategori tersebut. Sementara merchant yang dikategorikan Usaha Kecil ke atas dikenai 0,7 persen.

Supaya kebayang dalam rupiah, ini simulasi kasar berdasarkan tarif di tabel tadi. Angka potongan dihitung dari nilai transaksi.

Simulasi potongan MDR pada beberapa nilai transaksi
Nilai transaksiKategori merchantTarifPotonganDiterima merchant
Rp25.000Usaha Mikro0%Rp0Rp25.000
Rp150.000Usaha Mikro0%Rp0Rp150.000
Rp750.000Usaha Mikro0,3%Rp2.250Rp747.750
Rp150.000Usaha Kecil0,7%Rp1.050Rp148.950
Rp2.000.000Usaha Kecil0,7%Rp14.000Rp1.986.000

Sekarang soal batas nominal. Bank Indonesia menyatakan nominal transaksi QRIS dibatasi paling banyak sebesar Rp10.000.000 per transaksi, dan penerbit dapat menetapkan batas nominal kumulatif harian atau bulanan atas transaksi QRIS setiap penggunanya berdasarkan manajemen risiko masing-masing. Jadi kalau pelangganmu gagal membayar barang seharga belasan juta lewat QRIS, itu bukan kerusakan sistem, melainkan batas resmi. Di sisi bawah, ASPI mencatat minimal transaksi pembayaran mulai dari Rp1 sampai Rp1.000, bergantung penyelenggaranya.

Intinya

Tarif MDR QRIS ditetapkan Bank Indonesia per kategori merchant dan berlaku efektif 15 Maret 2025: 0 persen untuk Usaha Mikro dengan transaksi sampai Rp500.000, 0,3 persen untuk Usaha Mikro di atas nilai itu, dan 0,7 persen untuk Usaha Kecil, Menengah, serta Besar. Biaya ini ditanggung merchant dan tidak boleh dibebankan ke konsumen. Batas atas transaksi QRIS adalah Rp10.000.000 per transaksi.

Masalah QRIS yang Sering Muncul di Warung dan Cara Menanganinya

Bagian ini yang jarang dibahas brosur promosi, padahal paling sering bikin pemilik usaha kehilangan uang atau kehilangan ketenangan. Ada tiga masalah yang berulang.

Pertama, dana terlihat belum masuk. Sebelum menuduh sistem bermasalah, pisahkan dua hal: transaksi gagal dan transaksi berhasil yang belum diselesaikan. Kalau notifikasi di aplikasi merchant sudah muncul, transaksinya berhasil dan yang kamu tunggu tinggal jadwal penyelesaian dana dari penyedia jasa pembayaran. Kalau notifikasi tidak pernah muncul sementara pembeli mengaku saldonya terpotong, hubungi call center penyedia jasa pembayaran yang menerbitkan kode QRIS milikmu, dan minta pembeli menghubungi penyedia aplikasi yang dia pakai. Bank Indonesia mengarahkan penyelesaian masalah transaksi lewat jalur ini. Simpan tanggal, jam, nominal, dan nomor referensi transaksi, karena tiga data itu yang pertama diminta petugas.

Kedua, kode QRIS palsu ditempel orang lain. Ini bukan cerita karangan. Dalam siaran pers tentang penyalahgunaan QRIS, Bank Indonesia menyampaikan bahwa merchant diharapkan memastikan keamanan QRIS yang ditampilkan agar tidak dapat diganti atau dimodifikasi oleh pihak yang tidak berwenang, dan secara reguler memeriksa QRIS miliknya sehingga yang terpajang memang benar milik merchant terkait. Praktik pengamanannya sederhana: pasang kode di tempat yang terlihat kasir, laminasi atau bingkai supaya tidak gampang ditimpa stiker lain, dan pindai sendiri kode itu setiap pagi memakai ponselmu untuk memastikan nama merchant yang muncul adalah nama usahamu.

!
Cek penerbit kode lewat kode NSS

Layanan Bank Indonesia Bicara menjelaskan bahwa pada lembar QRIS tercetak terdapat keterangan "Dicetak oleh" yang memuat kode NSS, yaitu delapan angka penanda penyelenggara yang menerbitkan kode tersebut. Kalau kamu punya lebih dari satu kode dari penyedia berbeda, kode NSS ini yang membedakan. Kode yang tiba-tiba muncul di tokomu tanpa keterangan penerbit patut kamu curigai dan lepas.

Ketiga, catatan penjualan tidak cocok dengan mutasi rekening. Selisih ini hampir selalu punya dua sebab yang membosankan: potongan MDR dan jeda penyelesaian dana. Penjualan Rp5.000.000 dalam sehari untuk merchant kategori Usaha Kecil akan tercatat sebagai dana masuk sekitar Rp4.965.000 setelah potongan 0,7 persen, dan sebagiannya bisa jatuh di tanggal berikutnya. Kalau kamu mencatat penjualan kotor tapi merekonsiliasi dengan angka bersih, laporanmu akan terus meleset. Jalan keluarnya bukan menghitung ulang manual tiap malam, melainkan memisahkan tiga kolom sejak awal: penjualan kotor, biaya MDR, dan dana diterima. Banyak aplikasi pembukuan usaha sudah punya kolom biaya transaksi yang bisa kamu pakai untuk ini.

Ada satu kebiasaan lagi yang layak kamu bangun sejak hari pertama menerima QRIS: unduh laporan transaksi dari aplikasi merchant setiap akhir bulan dan simpan di satu folder. Saat kamu mengajukan pembiayaan ke bank atau koperasi, riwayat transaksi QRIS adalah bukti omzet yang jauh lebih meyakinkan daripada catatan tulis tangan. Bank Indonesia sendiri menyebut salah satu manfaat QRIS bagi merchant adalah membangun informasi profil kredit untuk memudahkan memperoleh kredit ke depan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daftar QRIS harus punya izin usaha dulu?

Persyaratannya ditetapkan masing-masing Penyedia Jasa Pembayaran, bukan seragam secara nasional. Banyak penyedia menerima merchant mikro dengan KTP dan surat keterangan usaha, sedangkan penyedia lain meminta Nomor Induk Berusaha atau dokumen badan usaha. Cara paling cepat adalah menanyakan langsung daftar berkasnya ke penyedia yang kamu tuju sebelum datang ke kantor cabang.

Berapa biaya QRIS yang harus saya bayar tiap bulan?

Yang diatur Bank Indonesia adalah Merchant Discount Rate per transaksi, bukan iuran bulanan. Tarifnya nol persen untuk merchant Usaha Mikro dengan nominal transaksi sampai Rp500.000, 0,3 persen untuk Usaha Mikro di atas nilai tersebut, dan 0,7 persen untuk Usaha Kecil, Menengah, serta Besar, berlaku efektif 15 Maret 2025. Biaya lain di luar itu, misalnya sewa perangkat kasir, adalah kebijakan penyedia jasa pembayaran, jadi tanyakan rinciannya sebelum menandatangani perjanjian.

Bolehkah saya menaikkan harga khusus untuk pembeli yang bayar pakai QRIS?

Bank Indonesia menyatakan biaya MDR ditanggung oleh merchant dan tidak boleh dibebankan kepada konsumen, dan ASPI menegaskan tidak ada biaya tambahan bagi konsumen saat membayar dengan QRIS. Jadi menambahkan biaya khusus di kasir untuk pembayaran QRIS bertentangan dengan ketentuan yang berlaku. Kalau margin terasa tipis, perbaiki struktur harga jualmu secara menyeluruh, bukan dengan memungut biaya tambahan di kasir.

Berapa batas maksimal satu transaksi QRIS?

Bank Indonesia membatasi nominal transaksi QRIS paling banyak Rp10.000.000 per transaksi. Di samping itu, penerbit aplikasi pembayaran yang dipakai pembeli boleh menetapkan batas kumulatif harian atau bulanan sesuai manajemen risiko mereka, sehingga pembeli tertentu bisa mentok di angka yang lebih rendah walau nilai belanjanya masih di bawah Rp10 juta.

Apa bedanya QRIS merchant dengan QRIS Tuntas?

QRIS merchant dipakai untuk menerima pembayaran atas barang atau jasa yang kamu jual. QRIS Tuntas adalah fitur berbeda yang memungkinkan pengguna melakukan transfer dana antarpengguna QRIS, serta tarik tunai dan setor tunai di ATM, mesin setor tunai, atau agen QRIS Tuntas dengan cara memindai kode. Keduanya memakai standar yang sama, tetapi tujuan pemakaiannya tidak sama.

Bagaimana memastikan kode QRIS yang terpajang benar milik saya?

Pindai sendiri kode itu memakai aplikasi pembayaran di ponselmu dan periksa nama merchant yang muncul. Selain itu, lihat keterangan "Dicetak oleh" pada lembar QRIS yang memuat kode NSS delapan angka penanda penyelenggara penerbitnya. Bank Indonesia mengimbau merchant memeriksa QRIS miliknya secara reguler supaya tidak diganti pihak yang tidak berwenang.

Kesimpulan

QRIS adalah standar kode QR pembayaran dari Bank Indonesia yang membuat satu kode di kasirmu bisa dipindai aplikasi pembayaran mana pun. Buat pemilik usaha, tiga hal yang perlu kamu kunci sejak awal: kategori merchant yang dipasang penyedia jasa pembayaran karena itu menentukan tarif MDR, jadwal penyelesaian dana karena itu memengaruhi arus kas harianmu, dan keamanan fisik kode yang terpajang karena kode bisa ditimpa pihak lain.

Mulailah dari yang paling sederhana. Pilih satu Penyedia Jasa Pembayaran berizin, daftar dengan berkas yang lengkap, pasang QRIS statis di kasir, lalu biasakan mengecek notifikasi di aplikasi merchant sebelum melepas barang. Setelah volume transaksimu naik dan antrean mulai panjang, barulah pertimbangkan pindah ke QRIS dinamis. Tarif dan ketentuan QRIS bisa berubah mengikuti kebijakan Bank Indonesia, jadi biasakan mengecek halaman resmi sebelum mengambil keputusan besar untuk usahamu.

Sumber

Sumber resmi yang dipakai artikel ini Seluruh sumber diakses dan diverifikasi 25 Juli 2026. Tarif MDR, batas nominal, dan ketentuan QRIS dapat berubah mengikuti kebijakan Bank Indonesia; selalu cek halaman resmi terbaru sebelum mengambil keputusan.
Tim Teman Usaha

Ditulis oleh tim Teman Usaha, AI mentor bisnis untuk calon pengusaha dan UMKM. Rujukan resmi dicek sebelum terbit. Kenalan dengan kami

Baca juga

Artikel terkait