Klasifikasi Lapangan Usaha (KBLI): Fungsi dan Cara Pilih
Klasifikasi lapangan usaha atau KBLI adalah kode bidang usaha di OSS. Pahami fungsi KBLI, cara memilih kode yang tepat, dan kaitannya dengan NIB.
Franchise makanan menawarkan usaha kuliner dengan merek yang sudah dikenal. Pahami cara kerja, kisaran modal, keuntungan, risiko, dan tips memilihnya.

Franchise makanan adalah kerja sama usaha kuliner ketika pemilik merek (franchisor) memberi izin pakai merek, resep, dan sistem operasional kepada mitra (franchisee), dengan imbalan franchise fee di awal dan royalti yang dibayar berkala. Di Indonesia, kerja sama semacam ini masuk kategori waralaba dan tunduk pada aturan resmi pemerintah, bukan sekadar kesepakatan dagang biasa yang bisa dikarang sendiri isinya.
Di panduan ini kamu akan paham cara kerja franchise makanan dari sisi franchisor maupun franchisee, komponen biaya yang wajib kamu hitung sebelum menawar, kisaran modal yang realistis, untung ruginya dibanding buka usaha sendiri, sampai aturan STPW dan prospektus penawaran yang wajib kamu cek sebelum tanda tangan kontrak apa pun.
Franchise sering diterjemahkan "waralaba", istilah resmi yang dipakai regulasi Indonesia. Secara hukum, waralaba adalah hak khusus atas sistem bisnis dengan ciri khas usaha yang sudah terbukti berhasil dan boleh dipakai pihak lain berdasarkan perjanjian waralaba, sesuai definisi Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2024 tentang Waralaba. Untuk usaha kuliner, artinya kamu membeli hak memakai merek, resep, dan sistem operasional sebuah bisnis makanan yang sudah terbukti jalan, bukan sekadar membeli nama yang kelihatan laku di media sosial.
Ada dua peran dalam franchise makanan, dan tugas keduanya beda jauh:
Franchisor tidak ikut campur urusan harian gerai, tapi dia tetap wajib memberi dukungan berkesinambungan. Ini bukan janji pemasaran, melainkan kewajiban hukum menurut Pasal 4 ayat (8) PP 35/2024, mencakup pelatihan, bimbingan operasional, promosi, dan pengembangan pasar. Kalau franchisor menghilang begitu uangmu masuk, itu pelanggaran yang bisa dilaporkan, bukan sekadar nasib buruk yang harus kamu terima.
Biar kebayang di lapangan, begini contoh alurnya. Seorang mitra membayar franchise fee untuk gerai kopi kekinian, lalu menerima manual SOP, pelatihan barista, dan pasokan biji kopi khusus dari pusat. Dia buka gerai, jalankan sesuai standar yang diajarkan, dan tiap bulan menyetor royalti dari omzet penjualan. Kalau resepnya diubah sepihak tanpa izin pusat, franchisor berhak menegur karena itu melanggar SOP yang sudah tertulis di perjanjian, bukan urusan selera pribadi mitra.
PP 35/2024 tidak mematok tarif franchise fee atau royalti. Yang diwajibkan cuma pencantuman "tata cara pembayaran imbalan" di dalam perjanjian (Pasal 6 ayat 2 huruf j). Artinya besaran biaya sepenuhnya negosiasi bisnis antara kamu dan franchisor, dan itulah kenapa kamu perlu memahami komponennya satu per satu sebelum menawar, bukan cuma melihat satu angka besar di brosur.
| Komponen | Sifat | Yang wajib kamu tanyakan |
|---|---|---|
| Franchise fee | Sekali bayar di awal, untuk jangka waktu tertentu | Berlaku berapa tahun, dan berapa biaya perpanjangannya nanti |
| Royalti | Berkala, umumnya persentase dari omzet atau nominal tetap bulanan | Dihitung dari omzet kotor atau bersih, dan kapan jatuh temponya |
| Bahan baku wajib | Berulang, mengikuti operasional harian | Harga per unit dibanding pasar, dan boleh tidaknya beli di luar |
| Peralatan dan renovasi gerai | Sekali bayar di awal | Boleh beli sendiri atau wajib satu paket dari franchisor |
| Sewa tempat | Berkala, tidak termasuk paket franchisor | Lokasi mana yang disyaratkan, dan siapa yang cari tempatnya |
| Biaya promosi bersama | Berkala, tidak selalu ada | Dipakai untuk apa dan apakah ada laporan penggunaannya |
Tiga komponen terakhir yang paling sering membuat hitungan calon mitra meleset. Banyak orang cuma membandingkan franchise fee antar merek, lalu kaget karena harga bahan baku wajib dan biaya renovasi gerai membuat margin menipis jauh dari perkiraan awal. Khusus usaha makanan, bahan baku wajib biasanya bukan cuma "boleh dibeli di sana", tapi memang harus dari pusat karena itu bagian dari resep dan standar rasa. Kamu perlu tahu harga pokok penjualan (HPP) dari bahan itu supaya tahu margin riil per porsi; caranya bisa kamu pelajari lewat panduan cara menghitung HPP.
Minta franchisor memisahkan mana biaya sekali bayar dan mana biaya berulang, lalu susun proyeksi arus kas 12 sampai 24 bulan ke depan. Kalau franchisor menolak merinci komponen biaya sejelas ini, itu jawaban yang sudah cukup informatif buat kamu.
Ini pertanyaan yang paling sering ditanyakan dan paling sering dijawab keliru. Modal franchise makanan tidak punya satu angka pasti, karena rentangnya memang lebar: dari jutaan rupiah untuk gerobak kecil sampai ratusan juta rupiah untuk resto format penuh. Besarnya tergantung tiga hal, yaitu skala gerai, kekuatan merek, dan lokasi. Franchise minuman booth di pinggir jalan jelas beda jauh modalnya dengan franchise restoran dine-in di mal besar, meski dua-duanya sama-sama disebut "franchise makanan".
Supaya kamu punya gambaran urutan besaran, berikut kategori umum skala gerai franchise makanan. Angka di bawah adalah ilustrasi urutan besaran untuk membantu kamu berpikir, bukan tarif resmi merek tertentu. Angka pasti selalu beda per merek dan wajib kamu cek langsung ke prospektus atau penawaran resmi yang kamu terima.
| Skala | Contoh format gerai | Perkiraan modal awal |
|---|---|---|
| Kecil | Booth, gerobak, kios kaki lima | Jutaan sampai puluhan juta rupiah |
| Menengah | Counter atau kios di ruko dan mal | Puluhan sampai ratusan juta rupiah |
| Besar | Resto atau kafe format penuh, dine-in | Ratusan juta rupiah ke atas |
Kalau modal pribadimu belum cukup untuk skala yang kamu incar, jangan buru-buru menyerah atau memaksakan pinjam dari sumber yang mahal. Bandingkan dulu pilihan sumber dana di panduan modal usaha. Salah satu opsi yang paling umum dipakai untuk franchise skala kecil sampai menengah adalah Kredit Usaha Rakyat, yang bisa kamu pelajari selengkapnya lewat panduan KUR BRI 2026.
Modal franchise makanan sangat bervariasi tergantung skala gerai dan kekuatan merek, mulai dari jutaan rupiah untuk booth kecil sampai ratusan juta rupiah untuk resto format penuh. Jangan percaya angka dari iklan sebelum kamu benar-benar memegang prospektus atau penawaran resmi terbaru dari franchisor yang kamu incar.
Franchise bukan jalan pintas tanpa risiko, tapi juga bukan jebakan yang harus dihindari mentah-mentah. Timbang dua sisinya dengan kepala dingin.
Beberapa keuntungan yang biasanya kamu dapat:
Sekarang sisi yang jarang ditonjolkan penjual paket franchise, padahal sama pentingnya untuk kamu tahu:
Banyak calon mitra cuma menghitung skenario ramai. Padahal kalau omzet turun, kewajiban royalti dan sewa tetap harus dibayar sesuai jadwal. Selalu siapkan dana cadangan operasional minimal tiga bulan sebelum membuka gerai, bukan cuma modal untuk buka hari pertama.
Pendapat saya secara pribadi: franchise makanan paling masuk akal untuk kamu yang sudah punya modal cukup tapi belum punya waktu atau pengalaman meracik sistem usaha sendiri dari nol. Kalau kamu masih meraba-raba apakah orang mau beli produk seperti itu sama sekali, franchise bukan tempat yang tepat untuk menguji coba; risikonya terlalu mahal untuk sekadar eksperimen. Uji dulu idemu dengan modal kecil lewat usaha rintisan sendiri, baru pertimbangkan franchise kalau kamu memang ingin mempercepat skala dengan sistem yang sudah terbukti jalan.
Franchise makanan tunduk pada aturan yang sama dengan waralaba sektor lain, yaitu Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2024 tentang Waralaba, yang mencabut PP No. 42 Tahun 2007. Aturan ini memberimu dua alat perlindungan utama sebelum kamu tanda tangan apa pun: kewajiban STPW dan kewajiban prospektus.
STPW (Surat Tanda Pendaftaran Waralaba) adalah izin sekaligus bukti bahwa pihak yang menyelenggarakan waralaba sudah terdaftar resmi. Menurut Pasal 12 PP 35/2024, baik pemberi maupun penerima waralaba sama-sama wajib memiliki STPW, dengan waktu yang berbeda: pemberi waralaba wajib punya STPW sebelum membuat Perjanjian Waralaba, sedangkan penerima waralaba wajib punya STPW sebelum memulai usahanya. Permohonannya diajukan lewat Sistem OSS. Kalau franchisor mengajakmu tanda tangan tapi belum bisa menunjukkan STPW, itu tanda bahaya yang tidak boleh kamu abaikan.
Prospektus Penawaran Waralaba wajib disampaikan franchisor kepada calon mitra paling lambat 14 hari kalender sebelum penandatanganan perjanjian. Isinya mencakup identitas dan legalitas franchisor, sejarah usaha, laporan keuangan, jumlah gerai yang sudah berjalan, sampai daftar mitra lama yang bisa kamu hubungi sendiri untuk verifikasi. Jeda dua minggu itu hak kamu, bukan formalitas yang boleh dilewati begitu saja demi mempercepat penjualan.
Selain kewajiban khusus waralaba ini, franchise makanan tetap perlu izin usaha kuliner standar seperti NIB, sama seperti usaha kuliner lain yang bukan franchise. Kalau kamu belum familiar dengan semua dokumen legal yang perlu disiapkan, baca dulu panduan legalitas usaha. Untuk pembahasan lengkap pasal per pasal soal kriteria hukum waralaba, dokumen wajib, dan sanksi kalau franchisor melanggar, kamu bisa mendalami lebih jauh lewat panduan waralaba adalah.
Setelah paham cara kerja, biaya, dan regulasinya, sekarang bagian paling praktis: bagaimana cara memilih tawaran yang aman dan masuk akal secara hitungan.
Kalau semua pemeriksaan itu lolos dan hitungan BEP-mu tetap masuk akal di skenario yang tidak terlalu optimistis, barulah tawaran itu layak kamu pertimbangkan serius. Kalau ada satu saja yang mengambang, terutama soal STPW atau prospektus, lebih baik kamu tunda dulu sampai jelas, sekalipun penjualnya terkesan buru-buru meyakinkanmu.
Franchise makanan adalah kerja sama usaha kuliner ketika pemilik merek (franchisor) memberi izin pakai merek, resep, dan sistem operasional kepada mitra (franchisee), dengan imbalan franchise fee di awal dan royalti berkala. Di Indonesia, bentuk kerja sama ini termasuk waralaba dan tunduk pada Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2024 tentang Waralaba.
Modalnya sangat bervariasi, mulai dari jutaan rupiah untuk format booth atau gerobak kecil sampai ratusan juta rupiah untuk resto format penuh dengan dine-in. Angka pastinya tergantung merek, ukuran gerai, dan lokasi, jadi selalu cek penawaran resmi atau prospektus terbaru dari franchisor yang kamu incar, bukan angka yang beredar di iklan media sosial.
Franchise fee dibayar sekali di awal untuk mendapat hak memakai merek dan sistem selama jangka waktu tertentu, misalnya lima tahun. Royalti dibayar berkala, biasanya bulanan, umumnya berupa persentase dari omzet, sebagai kompensasi berkelanjutan atas dukungan dan penggunaan merek yang terus berjalan selama kontrak.
Wajib. Menurut Pasal 12 PP 35/2024, baik pemberi maupun penerima waralaba wajib memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba. Pemberi waralaba wajib punya STPW sebelum membuat perjanjian, sedangkan penerima waralaba wajib punya STPW sebelum mulai usahanya. Keduanya diajukan lewat Sistem OSS.
Paling lambat 14 hari kalender sebelum penandatanganan perjanjian waralaba, sesuai Pasal 5 PP 35/2024. Kalau kamu diminta tanda tangan di hari yang sama saat prospektus baru diserahkan, itu pelanggaran aturan dan sebaiknya kamu minta waktu tambahan dulu sebelum melanjutkan.
Tiga risiko yang paling sering terwujud adalah royalti yang terus berjalan meski gerai sepi, kontrak yang mengikat dan sulit dibatalkan di tengah jalan, serta ketergantungan pada franchisor untuk pasokan bahan baku dan reputasi merek. Kalau pusat bermasalah, gerai kamu ikut terdampak meski kamu menjalankan usaha dengan benar.
Jumlahkan seluruh modal awal, seperti franchise fee, peralatan, renovasi, dan modal kerja, lalu bagi dengan perkiraan laba bersih bulanan setelah dikurangi harga pokok penjualan, biaya tetap, dan royalti. Gunakan skenario omzet yang konservatif, bukan skenario terbaik dari brosur penjual, supaya perkiraan balik modalmu lebih realistis.
Franchise makanan adalah cara mempercepat masuk ke bisnis kuliner dengan merek dan sistem yang sudah teruji, dengan imbalan franchise fee di awal dan royalti berkala kepada franchisor. Modalnya sangat variatif tergantung skala gerai dan kekuatan merek, dan seluruh kerja samanya diatur ketat lewat Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2024, mulai dari kewajiban STPW sampai prospektus penawaran yang wajib kamu terima 14 hari sebelum tanda tangan.
Sebelum kamu melangkah ke franchisor mana pun, hitung dulu kemampuan modalmu di kalkulator modal usaha, susun proyeksi usahanya lewat generator bisnis plan, dan kalau masih ragu skema mana yang paling cocok dengan kondisimu, tanya mentor AI Teman Usaha dulu, gratis dan bisa kapan saja.
Klasifikasi lapangan usaha atau KBLI adalah kode bidang usaha di OSS. Pahami fungsi KBLI, cara memilih kode yang tepat, dan kaitannya dengan NIB.
Proposal usaha adalah dokumen untuk mengajukan modal atau kerja sama. Pahami struktur proposal usaha, isi tiap bagian, dan contoh ringkasnya.
Perbedaan reseller dan dropship dari sisi modal awal, stok, margin, kendali kualitas, dan risiko, lengkap dengan tabel perbandingan dan cara memilihnya.