Surat Perjanjian Kerja Sama: Struktur dan Contohnya
Surat perjanjian kerja sama mengikat dua pihak secara hukum. Pahami struktur, klausul penting, dan contoh surat perjanjian kerja sama usaha yang aman.
Klasifikasi lapangan usaha atau KBLI adalah kode bidang usaha di OSS. Pahami fungsi KBLI, cara memilih kode yang tepat, dan kaitannya dengan NIB.

Klasifikasi lapangan usaha di Indonesia diatur lewat KBLI, singkatan dari Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia: kode standar yang mengelompokkan setiap kegiatan ekonomi, dari warung nasi sampai perusahaan teknologi, ke dalam satu sistem yang sama. Definisi resminya ada di Peraturan Badan Pusat Statistik (BPS) Nomor 7 Tahun 2025: KBLI adalah pengelompokan aktivitas ekonomi di Indonesia yang menghasilkan produk atau output, baik berupa barang maupun jasa, ke dalam jenis lapangan usaha. Kode ini bukan sekadar label statistik. Begitu kamu mendaftar Nomor Induk Berusaha (NIB) di OSS, kode KBLI yang kamu pilih langsung menentukan tingkat risiko usahamu dan jenis izin yang wajib kamu penuhi.
Di panduan ini kita bahas tuntas: apa fungsi KBLI, bagaimana struktur kodenya dari satu huruf kategori sampai lima digit kelompok, kenapa ada pembaruan dari KBLI 2020 ke KBLI 2025, kaitannya dengan tingkat risiko dan jenis perizinan, cara memilih kode yang tepat untuk usahamu, sampai kesalahan yang paling sering bikin pemula salah langkah. Semua fakta regulasi di artikel ini diambil langsung dari peraturan resminya, lengkap dengan tautan di bagian akhir.
KBLI dikelola oleh Badan Pusat Statistik. Definisi resminya menurut Pasal 1 angka 20 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko: "Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia yang selanjutnya disingkat KBLI adalah kode klasifikasi yang diatur oleh lembaga pemerintah nonkementerian yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang statistik." Lembaga yang dimaksud adalah BPS.
Awalnya KBLI dibuat untuk kebutuhan statistik, supaya seluruh aktivitas ekonomi Indonesia bisa dicatat dengan bahasa yang seragam. Tapi sejak era perizinan berusaha berbasis risiko, fungsinya melebar jauh lebih penting untuk pelaku usaha sehari-hari. Saat kamu mengisi formulir NIB di oss.go.id, salah satu isian wajib adalah kode KBLI yang menggambarkan kegiatan usahamu. Kode inilah yang dibaca sistem OSS untuk menghitung tingkat risiko usahamu secara otomatis, dan tingkat risiko itu yang menentukan izin apa saja yang harus kamu penuhi sebelum boleh beroperasi penuh.
Dengan kata lain, KBLI adalah bahasa resmi yang menjembatani antara "usaha apa yang sebenarnya kamu jalankan" dengan "izin apa yang negara wajibkan untukmu". Kalau kamu jualan pakaian online, kodenya beda dengan kalau kamu buka warung makan, dan beda lagi kalau kamu jasa desain grafis. Masing-masing punya profil risiko dan kewajiban yang berbeda, dan semuanya bermula dari satu pilihan kode di awal pendaftaran.
Sebelum daftar NIB, siapkan dulu deskripsi singkat kegiatan usahamu: produk atau jasa apa yang dijual, dan kepada siapa. Deskripsi ini yang akan kamu cocokkan dengan daftar kode KBLI di oss.go.id, jadi kamu tidak menebak-nebak saat proses pendaftaran berlangsung.
Struktur KBLI mengikuti hierarki lima tingkat, dari yang paling umum sampai paling rinci. Dokumen resmi BPS menjelaskan lima tingkat itu sebagai berikut:
Ada satu aturan penulisan yang jarang diketahui orang awam: kalau suatu tingkat klasifikasi tidak diuraikan lebih lanjut menjadi beberapa subklasifikasi, digit terakhirnya diisi angka nol. Contohnya golongan Industri Furnitur diberi kode 310 karena golongan pokoknya tidak dibagi menjadi lebih dari satu golongan. Sebaliknya, angka sembilan dipakai sebagai digit akhir untuk menampung kegiatan lain yang termasuk dalam satu struktur KBLI tapi belum dijabarkan secara khusus.
Supaya kebayang skalanya, berikut jumlah resmi tiap tingkat pada KBLI 2020 menurut dokumen BPS:
| Tingkat | Jumlah digit | Jumlah kode |
|---|---|---|
| Kategori | 1 huruf alfabet | 21 (A - U) |
| Golongan Pokok | 2 digit angka | 88 |
| Golongan | 3 digit angka | 245 |
| Subgolongan | 4 digit angka | 567 |
| Kelompok | 5 digit angka | 1.789 |
Semakin dalam kamu masuk ke tingkat kelompok (5 digit), semakin akurat kode itu menggambarkan kegiatan usahamu. Inilah kenapa nanti di bagian cara memilih kode, kita akan tekankan pentingnya berhenti di kode paling spesifik yang tersedia, bukan cuma di golongan pokok saja.
Selama beberapa tahun terakhir, acuan resminya adalah KBLI 2020 yang ditetapkan lewat Peraturan BPS Nomor 2 Tahun 2020, dengan 21 kategori dari A sampai U. Tapi per artikel ini ditulis, edisi itu sudah diperbarui. Pada 17 Desember 2025, Kepala BPS menetapkan Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia, yang mencabut dan menggantikan Peraturan BPS Nomor 2 Tahun 2020 sepenuhnya.
KBLI 2025 memperbarui acuan supaya sesuai dengan International Standard Industrial Classification of All Economic Activities (ISIC) Revisi 5, sekaligus menampung kegiatan ekonomi baru yang belum tercakup di edisi sebelumnya, seperti kecerdasan buatan (AI), content creator, sampai aktivitas terkait perubahan iklim seperti penangkapan dan penyimpanan karbon. Struktur kategorinya bertambah satu, dari 21 kategori (A sampai U) di KBLI 2020 menjadi 22 kategori (A sampai V) di KBLI 2025. Kategori tambahannya adalah V, untuk Aktivitas Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya.
Soal kapan kamu wajib menyesuaikan: Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025 mengatur bahwa seluruh pengguna KBLI wajib menyesuaikan dengan ketentuan baru ini paling lambat 6 bulan sejak diundangkan, yaitu 18 Desember 2025. Artinya batas waktunya jatuh pada 18 Juni 2026, dan sejak tanggal itu sistem OSS serta Administrasi Hukum Umum (AHU) resmi memakai KBLI 2025 sebagai acuan utama.
KBLI 2025 (Peraturan BPS No. 7/2025, berlaku sejak 18 Juni 2026) menggantikan KBLI 2020 (Peraturan BPS No. 2/2020, sudah dicabut). Kategori bertambah dari 21 (A - U) menjadi 22 (A - V). Izin usaha lama tidak otomatis batal; penyesuaian kode berjalan otomatis di sistem OSS kalau kegiatan usahamu tidak berubah substansi.
Kabar baiknya, kamu tidak perlu panik kalau NIB-mu masih memakai kode KBLI 2020. Menurut keterangan resmi BPS, izin usaha yang sudah terbit sebelum implementasi KBLI 2025 tetap berlaku. Penyesuaian kode dilakukan otomatis oleh sistem OSS dan AHU selama tidak ada perubahan substansi usaha, yaitu perubahan maksud, tujuan, atau ruang lingkup kegiatan. Kalau memang ada perubahan substansi, barulah kamu wajib menyesuaikan KBLI-mu secara manual lewat akun OSS.
Banyak artikel atau video di internet masih menyebut "21 kategori dari A sampai U" sebagai fakta terkini. Itu benar untuk KBLI 2020, tapi sudah diperbarui menjadi 22 kategori (A sampai V) di KBLI 2025. Kalau ragu kode mana yang berlaku untuk usahamu, cek langsung lewat fitur pencarian di oss.go.id.
Ini bagian yang paling praktis untuk kamu pahami. Begitu kamu memasukkan kode KBLI dan skala usaha di OSS, sistem otomatis menghitung tingkat risiko usahamu berdasarkan Pasal 128 PP Nomor 28 Tahun 2025. Aturan ini membagi kegiatan usaha menjadi tiga tingkat utama: risiko rendah, risiko menengah, dan risiko tinggi. Tingkat menengah sendiri terbagi lagi menjadi dua: menengah rendah dan menengah tinggi. Jadi praktisnya ada empat tingkat risiko yang menentukan perizinanmu.
| Tingkat risiko | Perizinan yang dibutuhkan | Dasar pasal |
|---|---|---|
| Rendah | NIB saja, sekaligus identitas dan legalitas | Pasal 130 |
| Menengah rendah | NIB + Sertifikat Standar (pernyataan mandiri) | Pasal 131 |
| Menengah tinggi | NIB + Sertifikat Standar (wajib diverifikasi) | Pasal 132 |
| Tinggi | NIB + Izin (persetujuan pemerintah) | Pasal 133 |
Kabar baiknya, sebagian besar usaha pemula seperti warung, jualan online, kuliner rumahan, dan jasa kecil biasanya jatuh di kategori risiko rendah atau menengah rendah. Artinya urusan perizinan bisa kamu selesaikan sendiri dari HP tanpa proses verifikasi berlapis. Kalau kamu ingin memahami detail lengkap proses pendaftaran dan empat tingkat risiko ini, baca panduan OSS RBA yang membahasnya langkah demi langkah.
Memilih kode KBLI bukan soal menebak, tapi soal mencocokkan kegiatan riil usahamu dengan deskripsi resmi yang paling mendekati. Berikut urutan yang bisa kamu ikuti:
Kalau kamu masih di tahap menimbang mau usaha apa, urutan yang sehat justru dibalik: tentukan dulu idenya, baru cocokkan kodenya. Coba generator ide bisnis untuk memetakan pilihan sesuai minat dan modalmu, atau baca cara memulai usaha dari nol kalau kamu benar-benar mulai dari titik kosong. Setelah arahnya jelas, kamu bisa lanjut ke proses pendaftaran NIB; baca dulu penjelasan lengkap tentang NIB supaya tahu seluruh alurnya, atau langsung ikuti panduan legalitas usaha di Teman Usaha.
Dari pola yang sering saya temui, ada beberapa kesalahan yang berulang saat pelaku usaha pemula mengisi kode KBLI:
Kalau kamu terlanjur salah pilih, jangan tunggu sampai ada masalah. Kamu bisa mengajukan perubahan data usaha lewat akun OSS-mu, termasuk menambah atau mengganti kode KBLI, kapan saja begitu kamu sadar ada ketidaksesuaian. Semakin cepat diperbaiki, semakin kecil risiko kode yang salah itu menghambat pengajuan izin turunan atau ditemukan saat pengawasan.
Opini saya sebagai catatan pribadi: jangan anggap KBLI sebagai formalitas administratif yang bisa diisi asal-asalan lalu dilupakan. Kode ini akan menempel di profil usahamu selama NIB itu aktif, jadi ketepatannya sepadan dengan lima menit ekstra yang kamu habiskan untuk membaca deskripsi resmi tiap kode kandidat sebelum menekan tombol submit.
KBLI 2020 (Peraturan BPS No. 2/2020) punya 21 kategori dari A sampai U dan sudah dicabut. KBLI 2025 (Peraturan BPS No. 7/2025) menggantikannya dengan 22 kategori dari A sampai V, disesuaikan dengan ISIC Revisi 5, dan mencakup kegiatan ekonomi baru seperti AI dan content creator. KBLI 2025 resmi jadi acuan di OSS dan AHU sejak 18 Juni 2026.
Kode KBLI paling rinci terdiri dari lima tingkat: kategori (1 huruf), golongan pokok (2 digit), golongan (3 digit), subgolongan (4 digit), dan kelompok (5 digit). Makin banyak digitnya, makin spesifik kegiatan usaha yang digambarkan kode itu.
Boleh. Satu NIB bisa memuat lebih dari satu kode KBLI selama semuanya sesuai dengan kegiatan usaha yang benar-benar kamu jalankan. Tapi sebaiknya utamakan kegiatan usaha utamamu dulu, lalu tambahkan kegiatan lain lewat menu ubah data usaha di OSS kalau memang sudah berjalan nyata.
Kamu bisa mengajukan perubahan data usaha lewat akun OSS-mu, termasuk menghapus, mengganti, atau menambah kode KBLI. Lakukan segera begitu kamu sadar ada ketidaksesuaian, jangan tunggu sampai muncul masalah saat pengawasan atau pengajuan izin turunan.
Tidak. Menurut keterangan resmi BPS, izin usaha yang terbit sebelum implementasi KBLI 2025 tetap berlaku. Penyesuaian kode berjalan otomatis di sistem OSS dan AHU selama tidak ada perubahan substansi usaha. Kamu wajib menyesuaikan secara manual hanya kalau ada perubahan maksud, tujuan, atau ruang lingkup kegiatan usaha.
Sistem OSS yang menghitung tingkat risiko secara otomatis berdasarkan kode KBLI dan skala usaha yang kamu isi saat pendaftaran, sesuai Pasal 128 PP 28/2025. Kamu tidak memilih tingkat risikonya secara langsung; tugasmu adalah memastikan kode KBLI dan skala usaha yang kamu isi benar-benar sesuai kegiatan riil.
Gunakan fitur pencarian KBLI resmi di oss.go.id. Cari dengan kata kunci kegiatan usahamu, bandingkan beberapa kode kandidat, baca deskripsi lengkapnya, lalu pilih yang paling spesifik dan sesuai kegiatan riilmu.
Klasifikasi lapangan usaha lewat kode KBLI bukan sekadar formalitas administratif, melainkan penentu langsung tingkat risiko dan jenis izin usahamu. Struktur kodenya berjenjang, dari kategori satu huruf sampai kelompok lima digit, dan acuannya baru saja diperbarui dari KBLI 2020 (21 kategori A sampai U) ke KBLI 2025 (22 kategori A sampai V) yang berlaku penuh di OSS sejak 18 Juni 2026. Semakin spesifik dan jujur kode yang kamu pilih sesuai kegiatan riil usahamu, semakin lancar seluruh proses perizinan lanjutanmu, dari NIB sampai izin turunan seperti PIRT dan sertifikat halal.
Kalau kamu belum yakin kode KBLI mana yang paling pas untuk usahamu, jangan asal tebak. Cek dulu deskripsi resminya di oss.go.id, atau tanya mentor AI Teman Usaha untuk membantu memetakan kegiatan usahamu ke kode yang tepat sebelum kamu mendaftar NIB.
Surat perjanjian kerja sama mengikat dua pihak secara hukum. Pahami struktur, klausul penting, dan contoh surat perjanjian kerja sama usaha yang aman.
KBLI adalah klasifikasi kegiatan ekonomi dari BPS. Pelajari cara memilih kode KBLI 2025, menghindari salah kode, dan memahami dampaknya pada izin.
Surat izin usaha perdagangan atau SIUP kini terintegrasi ke NIB lewat OSS. Pahami fungsi SIUP, statusnya sekarang, dan cara mengurus izin usaha resmi.