Ekspor: Syarat, Dokumen, dan Alur untuk UMKM Pemula
Ekspor butuh NIB sebagai hak akses kepabeanan plus dokumen inti seperti invoice. Pahami kode HS, alur dari pesanan sampai berangkat, dan pendampingan resmi.
Logistik bukan cuma ongkir. Pahami enam mata rantainya, cara menghitung biaya per pesanan, dan titik impas gudang sendiri versus jasa pihak ketiga.

Logistik adalah seluruh rangkaian kerja yang memindahkan barang dari pemasok sampai ke tangan pembeli, mulai dari pengadaan, penyimpanan, pengelolaan persediaan, pengemasan, pengiriman, sampai penanganan barang yang kembali. Jadi logistik bukan sinonim dari "kirim paket". Kirim paket cuma satu simpul dari enam. Lima simpul lainnya berjalan diam-diam di rumah, di rak, di meja packing, dan di catatan stok yang jarang diperiksa. Di situlah uang usahamu bocor tanpa pernah muncul sebagai baris pengeluaran yang jelas.
Panduan ini membedah logistik sebagai sistem, bukan sebagai daftar ekspedisi. Isinya: apa saja yang termasuk logistik dan kenapa batasnya penting, kenapa biaya logistik jadi kebocoran laba yang tidak kelihatan di UMKM, cara menghitung total biaya logistik per pesanan yang benar (bukan cuma ongkir), cara memilih model penyimpanan beserta hitungan titik impasnya, cara menyusun alur pengemasan supaya cepat dan tidak salah kirim, cara menangani retur dan barang rusak, indikator yang layak dipantau, sampai tanda-tanda bahwa sudah waktunya menyerahkan urusan gudang ke pihak ketiga. Untuk urusan memilih kurir dan menghitung ongkir, itu bahasan tersendiri di panduan jasa pengiriman barang.
Cara paling jujur memahami logistik adalah membayangkannya sebagai satu putaran, bukan garis lurus. Barang berangkat dari pemasok, mampir di tempat penyimpananmu, dicatat sebagai persediaan, dikemas, dikirim, diterima pembeli, lalu sebagian kecil kembali lagi sebagai retur. Setiap simpul punya biaya, punya waktu, dan punya cara gagal sendiri-sendiri.
Istilah yang bersinggungan dengan logistik punya arti hukum yang cukup rapi. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan Pasal 1 angka 11 mendefinisikan Distribusi sebagai kegiatan penyaluran Barang secara langsung atau tidak langsung kepada konsumen. Pasal 7 undang-undang yang sama menyebutkan bahwa distribusi secara tidak langsung dijalankan lewat rantai distribusi yang bersifat umum, yaitu distributor dan jaringannya, agen dan jaringannya, atau waralaba. Sementara Gudang, menurut Pasal 1 angka 13, adalah ruangan tidak bergerak yang tertutup dan/atau terbuka, tidak untuk dikunjungi umum, dan dipakai khusus sebagai tempat penyimpanan barang yang dapat diperdagangkan serta tidak untuk kebutuhan sendiri. Definisi terakhir itu penting: begitu rak di rumahmu dipakai menyimpan barang dagangan, dia sudah masuk ranah logistik, bukan lagi urusan rumah tangga.
| Mata Rantai | Isi Pekerjaannya | Pertanyaan Kunci | Tanda Ada Masalah |
|---|---|---|---|
| Pengadaan | Memilih pemasok, memesan, menebus, dan menerima barang | Berapa lama dari pesan sampai barang benar-benar ada di rakmu? | Sering kehabisan stok padahal barang laku |
| Penyimpanan | Menyediakan tempat, rak, dan penataan barang | Berapa biaya tempat itu per bulan dan per pesanan? | Barang menumpuk di lantai, susah dicari |
| Persediaan | Mencatat barang masuk, keluar, dan sisa stok | Apakah catatanmu cocok dengan barang fisik? | Pesanan batal karena stok ternyata kosong |
| Pengemasan | Mengambil, memeriksa, mengemas, menempel label | Berapa menit satu pesanan dan berapa kali salah? | Komplain salah barang atau kurang jumlah |
| Pengiriman | Menyerahkan ke kurir dan memantau nomor resi | Berapa persen paket sampai dalam estimasi? | Pembeli lebih dulu tahu paketnya nyangkut |
| Retur | Menerima kembali, memeriksa, menyortir, mencatat sebab | Barang retur masuk ke mana dan dinilai berapa? | Kardus retur menumpuk tanpa diproses |
Simpul pertama sering paling diremehkan. Kalau pemasokmu suka telat atau kirimannya tidak seragam, semua simpul sesudahnya ikut kacau: stok kosong mendadak, pesanan batal, dan pembeli kabur. Karena itu memilih pemasok sebenarnya keputusan logistik, bukan cuma keputusan harga. Kriteria memilihnya dibahas terpisah di panduan cara mencari supplier.
Tanya penjual online kecil berapa biaya logistiknya, jawabannya hampir selalu satu angka: ongkir. Padahal ongkir adalah satu-satunya komponen logistik yang punya struk sendiri. Sisanya menyelinap lewat pintu lain, dan justru itu yang jumlahnya lebih besar.
Ada empat alasan kenapa biaya ini sulit terlihat:
Biaya logistik bukan cuma ongkir. Selama kamu belum pernah menghitung bahan pengemasan, waktu mengemas, alokasi tempat penyimpanan, dan cadangan retur sebagai satu angka per pesanan, kamu belum tahu berapa laba usahamu yang sebenarnya.
Ini hitungan yang bisa kamu kerjakan sore ini juga dengan kertas dan kalkulator. Rumusnya sederhana: jumlahkan lima komponen, lalu bagi yang sifatnya bulanan dengan jumlah pesanan sebulan supaya semuanya jadi angka per pesanan.
| Komponen | Dasar Perhitungan | Biaya per Pesanan |
|---|---|---|
| Ongkir yang disubsidi | Potongan bebas ongkir yang kamu tanggung sendiri | Rp5.000 |
| Bahan pengemasan | Belanja packing Rp1.000.000 dibagi 500 pesanan | Rp2.000 |
| Upah waktu mengemas | 6 menit per pesanan dengan upah Rp20.000 per jam | Rp2.000 |
| Alokasi tempat penyimpanan | Biaya tempat Rp1.500.000 dibagi 500 pesanan | Rp3.000 |
| Cadangan retur dan rusak | Tingkat retur 4 persen dikali kerugian Rp25.000 | Rp1.000 |
| Total biaya logistik | Jumlah lima komponen di atas | Rp13.000 |
Sekarang bagian yang bikin kaget. Anggap margin kotor per pesanan Rp30.000. Kalau kamu cuma menghitung ongkir, logistik terlihat memakan Rp5.000 atau sekitar 16,7 persen dari margin. Setelah semua komponen masuk, angkanya jadi Rp13.000 atau sekitar 43,3 persen. Selisih Rp8.000 per pesanan itu bukan angka kecil: pada 500 pesanan sebulan, nilainya Rp4.000.000. Itu uang yang selama ini kamu kira sudah jadi laba.
Setelah punya angka per pesanan, masukkan dia ke struktur harga. Biaya logistik yang tidak pernah masuk perhitungan harga pokok adalah cara paling halus membuat toko terlihat ramai tapi kantong tetap tipis. Cara memasukkannya dibahas langkah demi langkah di panduan cara menghitung HPP.
Satu catatan soal kejujuran angka. Kalau kamu mengemas sendiri, godaannya adalah menulis upah mengemas nol rupiah. Boleh saja, asal kamu sadar konsekuensinya: begitu pesanan naik dan kamu terpaksa membayar orang, biaya per pesanan akan melompat dan margin yang selama ini kelihatan sehat langsung tipis. Lebih aman menghitungnya sejak awal dengan nilai wajar, supaya keputusan menaikkan harga atau menaikkan volume diambil dengan data, bukan dengan kaget.
Ada tiga model penyimpanan yang realistis untuk usaha kecil di Indonesia, dan pilihannya bukan soal gengsi melainkan soal jumlah pesanan.
Sebelum masuk ke hitungan, ada sisi aturan yang perlu kamu tahu kalau memilih menyewa tempat sendiri. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan Pasal 15, sebagaimana diubah oleh Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 Pasal 46 angka 4, menyatakan bahwa setiap pemilik Gudang wajib memenuhi Perizinan Berusaha dari Pemerintah Pusat, dan yang tidak memilikinya dikenai sanksi administratif. Penggolongan gudang tertutup diatur di Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 90/M-DAG/PER/12/2014 tentang Penataan dan Pembinaan Gudang Pasal 2, dan golongan terkecilnya baru dimulai dari luas 100 meter persegi dengan kapasitas penyimpanan 360 meter kubik. Artinya rak di sudut rumah berada jauh di bawah ambang itu. Karena kanal pengurusan izin sudah berpindah ke sistem perizinan berusaha, konfirmasi prosedur terbaru ke dinas perdagangan setempat sebelum kamu menandatangani kontrak sewa.
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 Pasal 17 ayat (1), sebagaimana diubah oleh Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 Pasal 46 angka 5, mewajibkan setiap pemilik, pengelola, atau penyewa Gudang yang menyimpan barang untuk diperdagangkan menyelenggarakan pencatatan administrasi, paling sedikit berupa jumlah barang yang disimpan serta jumlah barang yang masuk dan yang keluar dari gudang. Permendag Nomor 90/M-DAG/PER/12/2014 Pasal 9 ayat (2) merinci isi pencatatan itu: pemilik barang, jenis atau kelompok barang, jumlah barang, tanggal masuk, tanggal keluar, dan sisa yang tersimpan.
Enam kolom itu, kebetulan atau tidak, persis kartu stok yang dibutuhkan usaha kecil untuk berhenti kehabisan barang mendadak. Jadi kewajiban administrasinya bukan beban tambahan, melainkan alat kerja yang memang kamu butuhkan. Cara memeriksa kecocokannya dengan barang fisik dibahas di panduan stock opname.
Sekarang hitungan titik impasnya. Supaya adil, kita bandingkan dua model yang benar-benar berbeda strukturnya: menyewa tempat sendiri (biaya tetap tinggi, biaya per pesanan rendah) melawan menitip ke pihak ketiga (tanpa biaya tetap, biaya per pesanan lebih tinggi). Untuk sisi pihak ketiga, struktur tarif yang dipakai di sini mengacu pada skema yang dipublikasikan Crewdible di halaman simulasi biaya gudang resminya: paket Basic dikenai 3,2 persen dari nilai transaksi dengan biaya minimum Rp0 dan maksimum Rp10.000 per transaksi, paket Standard dikenai 4 persen dengan minimum Rp2.000 dan maksimum Rp10.000, tanpa biaya set up, tanpa minimum inbound, tanpa kontrak, dan bebas biaya penyimpanan untuk suhu ruang. Penyimpanan bersuhu khusus dikenai biaya Rp50 per kilogram per hari.
Sisi gudang sendiri memakai angka contoh ilustrasi berikut: sewa tempat Rp1.500.000, listrik dan internet Rp300.000, serta upah satu orang pengemas paruh waktu Rp1.200.000, sehingga biaya tetapnya Rp3.000.000 per bulan, ditambah bahan pengemasan Rp2.000 per pesanan. Titik impasnya adalah jumlah pesanan saat total kedua model sama besar, yaitu Rp3.000.000 dibagi selisih biaya per pesanan.
| Nilai Rata-rata Pesanan | Biaya Pihak Ketiga | Selisih per Pesanan | Titik Impas per Bulan | Setara per Hari (dibulatkan) |
|---|---|---|---|---|
| Rp75.000 | Rp2.400 | Rp400 | 7.500 pesanan | 250 |
| Rp150.000 | Rp4.800 | Rp2.800 | 1.071 pesanan | 36 |
| Rp250.000 | Rp8.000 | Rp6.000 | 500 pesanan | 17 |
| Rp350.000 | Rp10.000 (kena batas atas) | Rp8.000 | 375 pesanan | 13 |
| Rp600.000 | Rp10.000 (kena batas atas) | Rp8.000 | 375 pesanan | 13 |
Baca tabelnya baik-baik, karena kesimpulannya berlawanan dengan naluri banyak penjual. Kalau nilai rata-rata pesananmu Rp150.000, titik impasnya jatuh di Rp3.000.000 dibagi Rp2.800, yaitu 1.071,43 pesanan, sehingga gudang sendiri baru mulai lebih murah pada pesanan ke-1.072 dalam sebulan, kira-kira 36 pesanan setiap hari tanpa jeda. Kalau nilai pesananmu cuma Rp75.000, angkanya melompat ke 7.500 pesanan sebulan karena selisih biaya per pesanannya tipis sekali. Sebaliknya, kalau kamu menjual barang bernilai Rp350.000 ke atas, biaya pihak ketiga mentok di batas atas Rp10.000, sehingga gudang sendiri sudah masuk akal di angka 375 pesanan sebulan.
Jadi pertanyaannya bukan "kapan usaha saya cukup besar untuk punya gudang", melainkan "berapa nilai rata-rata pesanan saya". Toko yang menjual barang murah dalam jumlah banyak justru paling lama bertahan di model titip. Toko yang menjual barang mahal dengan volume sedang lebih cepat sampai ke titik impasnya. Hitung ulang tabel ini dengan angka sewamu sendiri, karena harga sewa di Sleman jelas berbeda dengan di Jakarta Selatan, dan tarif tiap penyedia jasa juga berbeda.
Jangan menyewa gudang karena merasa usaha sudah besar. Hitung dulu: biaya tetap bulanan dibagi selisih biaya per pesanan antara gudang sendiri dan pihak ketiga. Kalau jumlah pesananmu sebulan masih di bawah angka itu, menitip ke pihak ketiga lebih murah, dan uang sewanya lebih berguna dipakai menambah stok.
Salah kirim adalah kesalahan logistik yang paling mahal, karena kamu membayar dua kali ongkir, kehilangan barang, dan tetap dapat ulasan buruk. Anehnya, penyebabnya hampir tidak pernah kurang teliti. Penyebabnya adalah meja kerja yang alurnya bolak-balik.
Prinsipnya satu: barang bergerak satu arah, tidak pernah mundur. Bagi meja atau ruangmu jadi empat zona berurutan, lalu paksa semua pesanan lewat urutan itu.
Beberapa kebiasaan kecil yang menekan kesalahan tanpa menambah biaya: kelompokkan pengemasan dalam dua gelombang sehari mengikuti jam terakhir penjemputan kurir, bukan dikerjakan satu-satu setiap pesanan masuk. Foto isi paket sebelum dus ditutup untuk pesanan di atas nilai tertentu. Simpan lembar pesanan yang sudah dicentang minimal sebulan sebagai bukti kalau ada sengketa. Dan pakai satu nomor urut yang sama di lembar pesanan, keranjang, dan catatan stok, supaya kalau ada yang meleset kamu bisa melacaknya sampai ke orang dan jam kejadian.
Soal jam penjemputan, ini yang sering luput. Penyedia jasa pemenuhan pesanan pun punya batas waktu masuk pesanan. Pada skema yang dipublikasikan Crewdible, paket Basic memakai batas waktu pengiriman keluar pukul 14.00 WIB pada Senin sampai Jumat, sedangkan paket Standard pukul 16.00 WIB. Selisih dua jam itu menentukan apakah pesanan sore masih terkirim hari itu atau baru berangkat besok. Kalau kamu mengelola sendiri, tentukan batas waktumu sendiri, tulis di halaman toko, lalu patuhi. Janji yang konsisten lebih dihargai pembeli daripada janji cepat yang sering meleset.
Retur bukan tanda usahamu gagal. Retur adalah bagian normal dari berjualan jarak jauh, dan yang membedakan toko sehat dari toko yang berdarah-darah adalah apakah returnya diproses dengan alur atau dibiarkan menumpuk di pojok.
Mulai dari aturannya dulu, karena ada batas yang wajib kamu penuhi kalau berjualan lewat sistem elektronik. Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik Pasal 69 ayat (1) mewajibkan pedagang dan penyelenggara perdagangan melalui sistem elektronik memberikan jangka waktu paling sedikit 2 hari kerja untuk penukaran barang atau pembatalan pembelian, terhitung sejak barang diterima konsumen. Ayat (2) membatasi alasannya pada lima keadaan: barang yang dikirim salah atau tidak sesuai, jangka waktu pengiriman aktual tidak sesuai, ada cacat tersembunyi, barang rusak, atau barang kedaluwarsa. Ayat (3) menegaskan konsumen hanya dapat dibebani biaya pengiriman kembali barang, dan ayat (4) membuka ruang membebankan ongkos kirim kepada konsumen bila kontribusi kesalahan datang dari ketidaktelitian konsumen.
Aturan itu juga menyentuh cara kamu menulis syarat toko. Pasal 53 ayat (1) huruf g peraturan yang sama menyebut bahwa kontrak elektronik paling sedikit memuat prosedur pengembalian barang bila terjadi ketidaksesuaian antara barang yang diterima dengan yang diperjanjikan. Artinya menuliskan prosedur retur di halaman tokomu bukan pilihan sopan santun, melainkan bagian dari kewajiban.
Alur retur yang layak dipakai usaha kecil cukup lima langkah. Terima laporan dan minta bukti berupa foto atau video saat paket dibuka. Klasifikasikan sebabnya menjadi salah kirim, rusak dalam perjalanan, tidak sesuai deskripsi, atau berubah pikiran, karena tiap kategori menentukan siapa menanggung ongkos kirim balik. Terbitkan nomor retur supaya paket yang datang bisa dikenali, bukan jadi kardus misterius. Periksa dan sortir barang masuk ke tiga keranjang: layak dijual ulang, layak dijual dengan penurunan harga, dan rusak total. Terakhir, catat sebabnya di satu tabel, karena pola sebab retur adalah data paling berguna yang dimiliki tokomu.
Kalau pola yang muncul adalah "dus penyok", masalahnya di pengemasan. Kalau polanya "warna tidak sesuai gambar", masalahnya di foto produk dan deskripsi, bukan di logistik. Kalau polanya "barang tidak sesuai pesanan", masalahnya di zona periksa. Retur yang dicatat sebabnya berubah dari kerugian jadi daftar perbaikan.
| Indikator | Cara Menghitung | Yang Diberitahu Angkanya | Kapan Perlu Ditindak |
|---|---|---|---|
| Ketepatan waktu | Pesanan yang sampai dalam estimasi dibagi total pesanan | Kualitas ekspedisi dan realistis tidaknya janjimu | Turun tiga bulan berturut-turut di rute yang sama |
| Akurasi pesanan | Pesanan tanpa salah barang atau salah jumlah dibagi total pesanan | Kualitas alur pengambilan dan pemeriksaan | Muncul lebih dari satu kasus dalam satu hari kerja |
| Tingkat retur | Pesanan yang diretur dibagi total pesanan | Kecocokan antara deskripsi produk dan kenyataan | Naik terus meski jumlah pesanan tetap |
| Waktu proses gudang | Jam dari pembayaran sampai paket diserahkan ke kurir | Kelancaran alur pengemasan dan kecukupan tenaga | Melewati batas waktu penjemputan kurir |
| Akurasi stok | Item yang cocok saat pemeriksaan fisik dibagi total item | Kerapian pencatatan barang masuk dan keluar | Ada pesanan batal karena stok ternyata kosong |
| Biaya logistik per pesanan | Total lima komponen biaya dibagi jumlah pesanan | Berapa besar margin yang dimakan logistik | Naik sementara harga jual tidak berubah |
Jangan memantau enam-enamnya sekaligus di bulan pertama. Pilih dua: akurasi pesanan dan biaya logistik per pesanan. Dua angka itu paling cepat memberi sinyal dan paling mudah dikumpulkan tanpa alat khusus, cukup catatan di buku atau lembar sederhana.
Lalu, kapan sebaiknya urusan logistik diserahkan ke pihak ketiga? Ada lima tanda yang cukup jelas. Pertama, kamu menghabiskan lebih dari sepertiga jam kerja untuk mengemas dan bukan untuk berjualan. Kedua, jumlah pesananmu masih di bawah titik impas hitunganmu sendiri, sehingga menyewa tempat justru lebih mahal. Ketiga, kamu tidak bisa cuti atau sakit tanpa toko ikut berhenti. Keempat, lonjakan pesanan saat kampanye tanggal kembar rutin membuatmu telat menyerahkan paket ke kurir. Kelima, kamu perlu mengirim dari lebih dari satu kota supaya ongkir ke pembeli lebih murah. Kalau tiga dari lima sudah kena, pertimbangannya bukan lagi soal biaya, melainkan soal kapasitasmu bertahan.
Sebaliknya, ada kondisi yang membuat menitip ke pihak ketiga kurang cocok: produk yang butuh perakitan atau kustomisasi per pesanan, produk dengan penanganan sangat khusus, dan produk bernilai tinggi ketika ganti rugi penyedia jasa tidak menutup nilai barangnya. Pada skema yang dipublikasikan Crewdible misalnya, garansi barang rusak atau hilang akibat kelalaian gudang tertulis 50 persen dari harga SKU pada paket Basic dan 80 persen pada paket Standard. Angka itu perlu kamu bandingkan sendiri dengan nilai barangmu sebelum menandatangani apa pun, dan skema penyedia jasa lain bisa berbeda.
Pengiriman adalah satu tahap di dalam logistik, yaitu memindahkan paket dari tempatmu ke alamat pembeli. Logistik mencakup keseluruhan rangkaian: pengadaan dari pemasok, penyimpanan, pengelolaan persediaan, pengemasan, pengiriman, sampai penanganan barang yang kembali. Kalau kamu cuma membenahi ekspedisi tanpa membenahi lima tahap lainnya, biaya total per pesanan biasanya tidak banyak berubah. Pilihan kurir, jebakan berat volumetrik, dan cara menghitung ongkir sudah dibahas terpisah di panduan jasa pengiriman barang yang ditautkan pada pembuka artikel ini.
Tidak ada angka baku yang berlaku untuk semua jenis usaha, karena komponennya bergantung pada berat barang, nilai pesanan, rute kirim, dan model penyimpananmu. Yang bisa kamu lakukan adalah menghitung angkamu sendiri: jumlahkan ongkir yang kamu subsidi, bahan pengemasan, upah waktu mengemas, alokasi tempat penyimpanan, dan cadangan retur, lalu bagi dengan jumlah pesanan sebulan. Bandingkan hasilnya dengan margin kotor per pesanan. Angka itu jauh lebih berguna daripada rata-rata industri mana pun.
Saat jumlah pesanan bulananmu sudah melewati titik impas antara biaya tetap sewa dan biaya per pesanan pihak ketiga. Rumusnya: biaya tetap bulanan dibagi selisih biaya per pesanan antara kedua model. Pada contoh ilustrasi di artikel ini, dengan biaya tetap Rp3.000.000 dan selisih Rp2.800 per pesanan, titik impasnya sekitar 1.071 pesanan sebulan. Semakin tinggi nilai rata-rata pesananmu, semakin cepat titik impas itu tercapai.
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan Pasal 15, sebagaimana diubah oleh Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 Pasal 46 angka 4, mewajibkan setiap pemilik Gudang memenuhi Perizinan Berusaha dari Pemerintah Pusat, dengan sanksi administratif bagi yang tidak memilikinya. Penggolongan gudang tertutup pada Permendag Nomor 90/M-DAG/PER/12/2014 Pasal 2 baru dimulai dari luas 100 meter persegi dengan kapasitas 360 meter kubik, jadi rak di rumah berada jauh di bawah ambang itu. Karena kanal pengurusannya sudah berpindah ke sistem perizinan berusaha, tanyakan prosedur terbaru ke dinas perdagangan setempat sebelum menyewa tempat.
Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2019 Pasal 69 ayat (1) mewajibkan pedagang dan penyelenggara perdagangan melalui sistem elektronik memberi jangka waktu paling sedikit 2 hari kerja untuk penukaran barang atau pembatalan pembelian, dihitung sejak barang diterima konsumen. Alasannya dibatasi pada lima keadaan di ayat (2): barang salah atau tidak sesuai, waktu pengiriman aktual tidak sesuai, ada cacat tersembunyi, barang rusak, atau barang kedaluwarsa. Marketplace tempat kamu berjualan boleh menetapkan tenggang yang lebih panjang, tapi tidak lebih pendek dari batas itu.
Ya. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 Pasal 17 ayat (1), sebagaimana diubah oleh Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 Pasal 46 angka 5, mewajibkan setiap pemilik, pengelola, atau penyewa Gudang yang menyimpan barang untuk diperdagangkan menyelenggarakan pencatatan administrasi paling sedikit berupa jumlah barang yang disimpan serta yang masuk dan keluar. Permendag Nomor 90/M-DAG/PER/12/2014 Pasal 9 ayat (2) merinci isinya: pemilik barang, jenis atau kelompok barang, jumlah barang, tanggal masuk, tanggal keluar, dan sisa stok. Kebetulan itu juga isi kartu stok yang memang kamu butuhkan.
Urutkan dari yang paling murah dikerjakan. Sediakan tiga ukuran dus supaya barang kecil tidak dikirim dalam dus besar, karena dimensi ikut menentukan ongkir. Kelompokkan pengemasan dalam dua gelombang sehari supaya waktu tidak habis untuk berpindah-pindah pekerjaan. Beli bahan pengemasan dalam jumlah yang wajar supaya harga satuannya turun tanpa menahan terlalu banyak uang di stok kemasan. Kurangi tingkat retur dengan memperbaiki foto dan deskripsi produk. Baru setelah itu bicarakan tarif dengan penyedia jasa, karena tiga langkah pertama biasanya memberi penghematan lebih besar.
Logistik adalah sistem, bukan tugas terakhir sebelum paket berangkat. Selama kamu memperlakukannya sebagai urusan kurir, kamu hanya melihat satu dari enam simpul, dan biaya di lima simpul lainnya akan terus mengalir keluar tanpa pernah tercatat. Langkah pertama yang paling berguna bukan mengganti ekspedisi, melainkan duduk sebentar dan menghitung total biaya logistik per pesanan dengan lima komponennya. Angka itu hampir selalu lebih besar daripada dugaan, dan begitu kamu melihatnya, keputusan berikutnya jadi jauh lebih gampang.
Setelah itu, tentukan model penyimpananmu dengan hitungan titik impas, bukan dengan perasaan sudah besar. Bereskan alur pengemasan supaya barang bergerak satu arah dan label ditempel terakhir. Tulis prosedur retur di halaman toko sebagaimana diminta aturan, lalu catat sebab tiap retur supaya datanya berguna. Pantau dua indikator dulu, yaitu akurasi pesanan dan biaya logistik per pesanan, sebelum menambah yang lain. Kalau kamu ingin membedah angka tokomu sendiri, tanya mentor AI Teman Usaha kapan saja.
Ekspor butuh NIB sebagai hak akses kepabeanan plus dokumen inti seperti invoice. Pahami kode HS, alur dari pesanan sampai berangkat, dan pendampingan resmi.
Break even point adalah titik impas saat pendapatan menutup semua biaya. Pahami rumus BEP unit dan rupiah plus contoh perhitungannya.
Google Ads menagih per klik lewat lelang, bukan per tayang. Pahami cara kerjanya, beda Search dan Performance Max, memilih kata kunci, serta menyusun anggaran.